Rastranews.id, Makassar – Sosok Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, kembali mencuri perhatian. Bukan hanya karena kembali didorong memimpin Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas), tetapi juga lantaran komitmen sosialnya yang nyata.
Andi Amran lagi-lagi menyumbangkan Rp1 miliar dari dana pribadi untuk anak yatim piatu. Bantuan tersebut disalurkan melalui program “IKA Unhas Peduli”, sebuah gerakan sosial yang digagas untuk memperkuat peran alumni Unhas dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial.
Komitmen itu disampaikan langsung Amran saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi dan Silaturahmi IKA Unhas yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (2/1/2026).
Agenda tersebut menjadi penanda awal tahun 2026 sekaligus pemanasan menuju Musyawarah Besar IKA Unhas pada 27 April 2026.
Di tengah suasana rakor yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dinamika organisasi justru mengarah pada satu kesimpulan bulat, yakni Andi Amran Sulaiman kembali dipercaya memimpin IKA Unhas.
Padahal, dalam arahannya, Amran sempat menyampaikan pesan agar dirinya tidak lagi dicalonkan sebagai Ketua Umum. Namun suara dari peserta rakor berkata lain.
Satu per satu perwakilan wilayah menyampaikan pernyataan sikap. Mereka secara terbuka meminta Amran melanjutkan kepemimpinannya untuk periode 2026–2030.
“Pak Amran tidak usah mencalonkan lagi. Kami semua yang mencalonkan Bapak,” tegas Ketua IKA Fakultas Pertanian Unhas, Ilham Arief Sirajuddin, yang langsung disambut tepuk tangan peserta.
Nada serupa disampaikan Ketua IKA Kalimantan Timur, Isradi Zainal, serta para pimpinan IKA wilayah dan fakultas lainnya. Aspirasi dari forum pun mengerucut tanpa perdebatan panjang.
Pimpinan sidang, Rahman Pina, kemudian mengetuk palu tanda pengesahan.
“Apakah setuju Mentan Amran melanjutkan kepemimpinan IKA Unhas secara aklamasi?” tanyanya lantang.
“Setujuu…!” jawab peserta serempak, menggema memenuhi ruangan.
Tok… tok… tok…
Palu diketuk tiga kali. Keputusan pun sah.

