RastraNews.id, Makassar — Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi niat suci seseorang untuk menunaikan ibadah haji. Hal itu dibuktikan oleh warga Gowa, Asis Deng Lipung, yang akhirnya berhasil berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Sehari-hari, Asis berjualan ikan keliling menggunakan sepeda dengan penghasilan sekira Rp100 ribu per hari. Dari penghasilan tersebut, ia harus memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan dua anaknya.
Meski demikian, ia tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk ditabung demi mewujudkan impian berhaji.
Dengan disiplin menabung sekira Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari selama lima tahun, Asis berhasil mengumpulkan dana untuk mendaftarkan dirinya, sang istri, dan mertuanya sebagai calon jemaah haji pada tahun 2010.
“Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha,” ujarnya.
Perjalanan menuju Tanah Suci tidak sepenuhnya mulus. Saat namanya dinyatakan masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini, Asis sempat menghadapi kendala biaya pelunasan.
Ia juga harus menyelesaikan berbagai tunggakan saat proses pendaftaran. Namun, satu per satu rintangan tersebut berhasil ia lewati.
Kini, Asis telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Makassar pada Sabtu (25/4/2026) pagi sekira pukul 08.00 Wita dan dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada pukul 20.20 Wita.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, menyampaikan bahwa sebanyak 387 calon jemaah haji asal Gowa yang tergabung dalam kloter 7 telah memasuki asrama haji.
“Rata-rata jemaah haji asal Gowa menunggu sekitar 15 tahun sebelum diberangkatkan pada tahun ini,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Kanwil Kementerian Haji Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah jemaah yang telah diberangkatkan dari Embarkasi Makassar mencapai 2.354 orang, yang berasal dari enam kelompok terbang dari total 43 kloter.
Kisah Asis Deng Lipung menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Dengan niat kuat, kerja keras, dan keyakinan, jalan menuju harapan dan ibadah suci akan selalu terbuka. (*)

