RastraNews.id, Maros — Tim SAR Gabungan menghadapi tantangan berat dalam operasi pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Selain medan pegunungan yang sulit dijangkau, kondisi cuaca berkabut dan hujan turut menghambat upaya pencarian di lapangan.

Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan informasi awal hilangnya kontak pesawat diterima dari AirNav sekitar pukul 13.00 WITA. Lokasi terakhir pesawat diperkirakan berada di kawasan Leang-Leang, Maros.

“Kami dari tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian pesawat. Informasi awal kami terima dari AirNav bahwa telah terjadi hilang kontak pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, tepatnya di kawasan Leang-Leang,” ujar Andi Sultan.

Menurutnya, koordinat pencarian telah diberikan oleh AirNav dan saat ini telah dijadikan sebagai posko operasi. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta instansi terkait langsung melakukan briefing dan membagi personel menjadi tiga regu pencarian.

“Koordinat lokasi sudah diberikan oleh AirNav dan saat ini kami telah berada di area tersebut serta menjadikannya sebagai posko. Kami telah dibantu oleh unsur TNI dan instansi terkait. Tadi sudah dilakukan briefing serta pembagian tim menjadi tiga regu pencarian,” jelasnya.

Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara. Tim SAR bergerak menuju sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi jatuhnya pesawat, berdasarkan koordinat dan keterangan warga sekitar.

“Tim SAR saat ini bergerak menuju lokasi-lokasi yang dicurigai sebagai titik jatuh pesawat. Selain pencarian darat, kami juga telah melakukan pemantauan udara menggunakan drone,” kata Andi Sultan.

Namun, proses pemantauan udara sempat terkendala cuaca. Kabut tebal dan hujan membuat pengamatan menggunakan drone tidak optimal.

“Terkait kendala di lapangan, saat dilakukan pemantauan menggunakan drone, kondisi cuaca sempat berkabut dan hujan turun di sekitar lokasi. Meski demikian, hujan kini mulai reda dan tim drone akan kembali diterbangkan mendekati titik koordinat terakhir hilangnya kontak pesawat,” ujarnya.

Selain itu, tantangan lain datang dari kondisi medan. Untuk mencapai titik-titik pencarian, tim harus menempuh perjalanan darat selama dua hingga tiga jam dengan berjalan kaki karena wilayah tersebut berupa pegunungan.

“Untuk mencapai titik-titik tersebut, tim harus menempuh perjalanan darat sekitar dua hingga tiga jam dengan berjalan kaki karena kondisi medan berupa pegunungan,” ungkap Andi Sultan.

Dalam operasi ini, Basarnas Makassar menurunkan sekitar 36 personel, dibantu unsur TNI, Polri, Kodim setempat, serta personel Yonif 433. Dukungan pencarian udara juga diperkuat dengan pengerahan helikopter milik TNI AU.

“Selain itu, bantuan dari tim SAR Makassar juga dikerahkan dengan dukungan helikopter milik TNI AU untuk melakukan pencarian udara di sekitar wilayah tersebut,” katanya.

Pesawat ATR 400 tersebut diketahui terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan jumlah penumpang dan awak sebanyak 11 orang, terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang. Hingga saat ini, tim SAR masih terus melakukan pencarian dan belum menemukan lokasi pasti jatuhnya pesawat.

“Hingga saat ini belum ada konfirmasi temuan lokasi pasti, dan pencarian masih terus dilakukan,” tutup Andi Sultan. (MU)