Maros, RastraNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus mematangkan persiapan menjelang revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli 2026. Hingga kini, progres persiapan disebut telah mencapai sekitar 75 persen.

Geopark Maros-Pangkep merupakan kawasan yang membentang di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kawasan ini resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 2023 setelah ditetapkan melalui keputusan Dewan Eksekutif UNESCO pada Mei tahun tersebut.

Selain dikenal memiliki bentang alam karst yang spektakuler, kawasan ini juga menyimpan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang menjadi nilai utama dalam pengelolaannya.

Di dalamnya terdapat sejumlah destinasi penting seperti Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, kawasan wisata bahari Kapoposang, hingga kawasan konservasi laut Liukang Tupabbiring.

Revalidasi dilakukan secara berkala untuk memastikan pengelolaan geopark tetap memenuhi standar UNESCO, termasuk dalam aspek pelestarian lingkungan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan masih terdapat beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum kedatangan tim asesor UNESCO.

“Persiapan kita saat ini sudah mencapai sekitar 75 persen. Yang tersisa hanya pekerjaan-pekerjaan minor, terutama menyangkut kebersihan dan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung,” ujar Muetazim usai memimpin rapat persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark di ruang rapat Wakil Bupati Maros, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, persoalan kebersihan menjadi salah satu catatan utama setelah adanya peninjauan dari tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).