GORONTALO, RastraNews.idPekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo tidak hanya menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga membuka peluang investasi di sektor pertanian.

Salah satu peluang tersebut muncul dari komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Maros dan PT Gorontalo Pangan Lestari yang menyatakan minat berinvestasi pada pengadaan dan pengembangan jagung di Maros.

Rencana investasi ini memiliki kapasitas pengelolaan hingga 12.000 ton jagung dengan nilai lebih dari Rp53 miliar.

Bupati Maros, A. S. Chaidir Syam, mengatakan keikutsertaan Maros dalam PENAS XVII memberikan manfaat lebih dari sekadar agenda pertanian nasional.

“Selain menjadi sarana belajar dan bertukar pengalaman bagi petani dan nelayan, kami juga memperoleh peluang penjajakan investasi yang sangat berharga bagi Kabupaten Maros,” ujar Chaidir.

Menurutnya, investasi tersebut berpotensi memperkuat sektor pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang yang lebih besar bagi petani lokal.

Chaidir menilai Gorontalo layak menjadi referensi pengembangan jagung karena dinilai berhasil membangun sistem yang terintegrasi mulai dari budidaya hingga pemasaran.

Ia berharap kerja sama ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan kepastian pasar agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik.

Sementara itu, perwakilan Direksi PT Gorontalo Pangan Lestari, Jasin Mohammad, menyebut Maros memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra jagung di kawasan timur Indonesia.

Menurutnya, investasi yang direncanakan tidak hanya berfokus pada pembelian jagung pipilan kering, tetapi juga pengembangan ekosistem bisnis yang memberi nilai tambah bagi petani dan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Jika terealisasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga petani, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah,” kata Jasin.

Kepala DPMPTSP dan Ketenagakerjaan Maros, Nuryadi, menambahkan momentum PENAS dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperluas jejaring kerja sama dan investasi.

Ia menyebut komunikasi yang dibangun Bupati Maros di Gorontalo membuka peluang investasi yang menjanjikan, khususnya untuk pembelian hasil jagung petani Maros.

Pemerintah daerah berharap kerja sama ini dapat meningkatkan arus investasi sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil pertanian masyarakat.

Dengan nilai investasi lebih dari Rp53 miliar, kemitraan Maros dan Gorontalo di sektor jagung diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani. []