Rastranews.id, Makassar – Malut United FC mulai menebar ancaman jelang menghadapi PSM Makassar pada duel pekan ke-15 Super League 2025-2026. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulsel, pada Minggu (21/12/2025) mendatang.
Ancaman dari Laskar Kir Raha usai sukses tumbangkan juara bertahan Liga 1, Persib Bandung. Yance Sayuri dan kawan-kawan menang dari Maung Bandung 2-0 pada laga tunda pekan ke-8 Super League di Stadion Kie Raha, Ternate, Minggu (14/12/2025) kemarin.
Pada laga itu, tim tamu dibuat tak berdaya usai Igor Inocêncio mencetak gol di menit 40 disusul Ciro Alves di menit 45+5. Kemenangan ini membawa Malut United naik ke posisi 4 klasemen sementara Super League dengan koleksi 25 poin.
Malut United FC berhasil memenangkan laga atas tamunya Persib Bandung meski tanpa Yakob Sayuri. Pemain sayap itu harus absen, karena hukuman larangan bermain dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Yakob dinilai melakukan kekerasan terhadap fotografer saat Malut dijamu Persita Tangerang pada pekan 13 Super League. Atas tindakan tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain di tiga laga terakhir yang dimulai melawan Persib.
Yakob juga akan absen menjalani hukuman saat melawan PSM Makassar dan Borneo FC pada pekan ke-15 Super League. Meski tanpa Yakob, performa tim yang bermarkas di Stadion Kie Raha ini tak mengalami penurunan setelah mereka mengalahkan Persib.
Bukan Hanya Malut United yang kehilangan pilar pentingnya, tapi PSM Makassar turut merasakan usai ditinggal Lucas Dias Serafim. Lucas resmi mundur dari Juku Eja karena alasan keluarga dan memilih pulang ke Brasil.
Meski begitu, PSM Makassar masih memiliki pemain sayap yang bisa dimaksimalkan. Apalagi sebelumnya, pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha mengatakan tidak banyak perubahan yang akan dilakukan pada bursa transfer paruh musim.
Ia lebih memilih untuk melakukan pembenahan dengan mencari posisi yang pas untuk pemain. Pasalnya, dalam satu posisi kata dia, beberapa diantaranya hanya diisi oleh satu pemain.
“Bagi saya yang paling penting adalah untuk menemukan keseimbangan (balance) dalam tim. Karena di beberapa posisi kita cuman punya satu orang. Satu orang, satu pemain saja yang menjadi opsinya kita di situ. Dan itu tidak seimbang menurut saya,” imbu Tomas Trucha.
Selain itu, lanjut Tomas, ada juga pemain yang memiliki posisi yang sama hingga menumpuk. Olehnya itu, ia akan melakukan perubahan yang akan dimanfaatkan selama jeda kompetisi.
“Secara umum saya senang dengan skuad yang kita miliki. Dan koreksi yang perlu kita lakukan hanya itu saja, menemukan balance atau membawa keseimbangan dalam tim. Dalam hal ini, kurangnya posisi untuk kurangnya pemain atau opsi dalam satu posisi, dan banyaknya opsi dalam posisi lainnya,” pungkas Tomas.(JY)

