Rastranews.id, Makassar – Kilauan lampu runway dan dentuman musik modern berpadu dengan motif khas kain tradisional Makassar dalam gelaran Makassar Trend Fashion (MTF) 2025, yang resmi dibuka di Phinisi Point Mall, Rabu (12/11).

Ajang dua hari ini menjadi bukti bahwa warisan budaya bisa tampil berkelas di panggung mode masa depan.

Pembukaan MTF 2025 berlangsung meriah, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Hendra Hakamuddin, bersama sejumlah tokoh penting, yaitu Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar H. Ismail, Ketua Harian I Dekranasda Kota Makassar Dewi Andriani, Perwakilan DOT Sulsel Eka Madjid, serta Event Organizer Perspective.lab.

Kehadiran mereka menegaskan visi besar Makassar untuk menjadikan “Kain dari Selatan” sebagai poros utama mode kontemporer Indonesia.

Hari pertama MTF 2025 menampilkan Runway Show Kolaboratif yang memukau. Para desainer muda dan lokal memadukan tenun tradisional dengan potongan modern nan minimalis, menghadirkan busana ready-to-wear yang tak hanya modis, tetapi juga sarat makna budaya.

Gelaran ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan laboratorium kreatif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai lokal lewat sentuhan desain modern. Tak hanya visual, MTF 2025 juga membawa misi edukatif.

Melalui Pameran Motif dan Produk Tenun, publik diajak mengenal filosofi di balik wastra Makassar, serta potensinya untuk menembus pasar global.

Sementara itu, Workshop dan Talkshow Pop Up menghadirkan pembicara dari kalangan pelaku industri kreatif dan pegiat sustainability, membahas strategi bisnis, inovasi desain, hingga keberlanjutan industri mode berbasis budaya.

Dampak ekonomi acara ini juga terasa nyata. Dalam area Market UMKM & Entertainment, pengunjung bisa langsung berinteraksi dan bertransaksi dengan puluhan pelaku usaha lokal. Kolaborasi ini membuktikan bahwa dunia mode bukan hanya soal estetika, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif daerah.

Kadis Pariwisata Makassar, Hendra Hakamuddin, menegaskan bahwa MTF bukan sekadar ajang pamer gaya, tetapi komitmen menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus globalisasi.

“Ajang Makassar Trend Fashion ini adalah kolaborasi multi-sektor. Yang kita harapkan adalah keberlanjutan, sustainability untuk warisan budaya, khususnya di Kota Makassar. Kita ingin memastikan tenun kita tidak hanya indah, tapi juga relevan di masa depan,” ujar Hendra.

Gelaran Makassar Trend Fashion 2025 akan berlanjut hingga Kamis (13/11), dengan pertunjukan penutup yang dijanjikan lebih spektakuler di Phinisi Point Mall, menegaskan bahwa mode lokal kini telah naik kelas, dan Makassar siap menjadi poros gaya dari Timur Indonesia. (AR)