Rastranews.id, Makassar — Gelombang demonstrasi besar-besaran terjadi di Kota Makassar setelah ribuan pengemudi ojek online (ojol) memblokir dua ruas jalan utama, AP Pettarani dan Urip Sumoharjo, pada Senin siang (24/11/2025).
Aksi ini memicu kemacetan parah dan menarik perhatian publik. Pantauan di lokasi menunjukkan massa aksi memenuhi satu ruas Jalan AP Pettarani tepat di depan Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), yang juga menjadi kantor sementara DPRD Sulsel.
Setelah itu, ribuan pengemudi bergerak menuju Kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo untuk meminta bertemu langsung dengan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Aksi ini tidak hanya diikuti oleh driver asal Kota Makassar, tetapi juga oleh pengemudi dari Maros dan Gowa.
Perwakilan Grab Sektor Sulawesi (GSS), Kadri, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap wacana penetapan ojol menjadi karyawan tetap.
“Tuntutannya ini menolak potongan 10 persen dengan status pekerja tetap,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah mendengar aspirasi mereka, terutama terkait permintaan agar ojol tetap berstatus mitra sehingga jam kerja dan pendapatan tetap fleksibel.
“Harapannya, terwujudnya hasil penolakan potongan 10 persen dan bisa menjadi mitra ojol yang fleksibel,” tambahnya.
Kadri juga mengungkapkan bahwa aksi ini diikuti sekitar 2.000 driver dari berbagai aliansi ojol di Sulawesi Selatan.
Perwakilan massa aksi akhirnya diterima oleh pihak Pemprov Sulsel melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk menyampaikan tuntutan resmi mereka. (MU)


