RastraNews.id, Barru — Mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Posko 6 Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memaparkan program kerja mereka dalam seminar di Aula Kantor Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Selasa (18/8/2026).

Seminar tersebut menjadi forum bagi mahasiswa untuk menyampaikan sekaligus menyelaraskan rencana program dengan pemerintah desa dan masyarakat sebelum program dilaksanakan selama masa pengabdian.

Kegiatan dihadiri Kepala Desa Lompo Tengah Arifuddin Pabiseang, jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Rahmat Ariandi, S.Hut., M.Hut.

Koordinator Desa (Kordes) KKP Posko 6 Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Muh. Aqram Al Gifari, mengatakan program kerja yang disusun mahasiswa menyesuaikan dengan potensi pertanian dan hasil laut yang dimiliki Desa Lompo Tengah.

“Ada dua program kerja utama yang kami usung. Pertama, Identifikasi dan Pemetaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk membantu memberikan gambaran mengenai kondisi dan status lahan pertanian masyarakat. Kedua, pemberdayaan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan kerang menjadi produk olahan bernilai ekonomi berupa sambal kerang,” kata Muh. Aqram Al Gifari.

Menurut dia, pemetaan TORA diharapkan dapat membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi serta kondisi lahan pertanian. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan lahan yang lebih tertata.

Sementara itu, program sambal kerang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut yang tersedia di Desa Lompo Tengah. Mahasiswa juga berencana melibatkan kelompok ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengembangan produk tersebut.

Kepala Desa Lompo Tengah, Arifuddin Pabiseang, menyambut baik program yang dipaparkan mahasiswa KKP Posko 6.

“Kami sangat mengapresiasi program pemetaan TORA dan inovasi sambal kerang ini. Program tersebut relevan dengan potensi desa kami yang memiliki sumber daya pertanian dan hasil laut. Pemerintah desa siap memfasilitasi dan mendampingi mahasiswa agar program ini dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Arifuddin.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa memberikan masukan terkait teknis pelaksanaan program agar dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Selain Muh. Aqram Al Gifari sebagai Kordes, KKP Posko 6 juga diperkuat Diva Risky Asyaitum sebagai sekretaris, A. Wahyurini sebagai bendahara, dan Muh. Wahyudi di bidang humas.

Sementara itu, Rendy Wirasandi dan Much. Amri bertanggung jawab pada bagian perlengkapan, Firza Dheska Abelia F pada divisi acara, Diva Aulia Akbar sebagai PDD, serta Nurul Izzha B pada bagian konsumsi.

Dengan seminar tersebut, program kerja KKP Posko 6 telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Desa Lompo Tengah dan selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap selama masa pengabdian mahasiswa. (*)