Rastranews.id, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 melaksanakan program kerja bertajuk Branding dan Pemasaran Digital Usaha Briket dari Sekam Padi di Desa Timoreng Panua, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai Senin hingga Kamis, 4–15 Januari 2026.
Program tersebut dikoordinatori oleh Nur Siti Rahma dan dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah sekam padi di Desa Timoreng Panua yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan pakan ternak. Padahal, sekam padi memiliki potensi ekonomi lebih besar jika diolah menjadi briket ramah lingkungan bernilai jual.
Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN Unhas memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha briket sekam padi, khususnya dalam aspek branding dan pemasaran digital.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada warga mengenai potensi sekam padi sebagai bahan baku briket bernilai ekonomi. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan branding usaha, mulai dari pembuatan nama dan logo produk hingga desain kemasan sederhana yang menarik.
Selain itu, masyarakat juga dibekali keterampilan pemasaran digital melalui media sosial, seperti Instagram, guna memperluas jangkauan promosi produk.
Mahasiswa KKN turut mendampingi warga dalam praktik pemasaran, termasuk pengambilan foto produk serta penulisan caption promosi yang efektif dan menarik. Di akhir kegiatan, dilakukan evaluasi bersama masyarakat untuk memastikan program dapat berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.
“Sebagai bentuk penguatan pemasaran secara langsung, kami juga memasang spanduk usaha briket di rumah salah satu warga yang berminat menjadi pelaku usaha. Lokasi ini nantinya dapat difungsikan sebagai kios promosi sekaligus tempat penjualan,” ujar salah satu mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga Desa Timoreng Panua, Ibu Hindong, mengaku memperoleh pemahaman baru terkait pemasaran produk.
“Selama ini saya belum tahu cara memasarkan produk. Setelah ada pendampingan dari mahasiswa KKN, saya jadi paham pentingnya kemasan dan promosi lewat HP,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Timoreng Panua. Ia menilai program yang dijalankan mahasiswa KKN Unhas sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.
“Kegiatan ini membuka wawasan warga untuk mengelola potensi desa dengan cara yang lebih modern dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 tidak hanya mendorong inovasi pemanfaatan limbah pertanian padi, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis digital secara mandiri dan berkelanjutan.

