RastraNews.id, Maros — Kontingen Kabupaten Luwu Timur tidak hanya mencuri perhatian pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026, tetapi juga memasang target ambisius menembus lima besar.

Sebelumnya, pada pembukaan yang digelar di Lapangan Pallantikang, Ahad (12/04/2026) malam, Luwu Timur tampil sebagai kontingen dengan deville terbanyak, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 500 orang.

Penampilan tersebut menjadikannya salah satu yang paling menonjol di antara 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Luwu Timur, Amran Akmal, mengatakan capaian tersebut menjadi modal awal untuk menghadapi persaingan MTQ tahun ini.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan posisi lima besar pada ajang MTQ tingkat provinsi tersebut.

“Kalau dari Pemkab, kemarin Pak Bupati minta bahwa Luwu Timur bisa masuk lima besar. Itu sudah luar biasa. Mudah-mudahan insya Allah bisa kita tembus,” jelasnya.

Meski demikian, Amran mengakui persaingan cukup ketat, dengan sejumlah daerah yang saat ini masih berada di posisi atas.

“Memang kalau perhitungan sekarang, daerah seperti Maros masih di atas, masih di puncak,” tambahnya.

Untuk mengikuti seluruh cabang lomba, Luwu Timur menurunkan puluhan peserta kafilah.

“Semua cabang kita ikut. Insya Allah terisi semua. Jadi kami membawa 56 peserta,” ungkap Amran.

Terkait bentuk apresiasi bagi peserta berprestasi, Amran menyebutkan hal tersebut masih dalam tahap pembahasan internal pemerintah daerah.

“Untuk sekarang ini belum kita tahu, karena kami masih mengacu pada dana hibah yang kemarin. Kami belum membagi ke situ, mana yang dapat bonus, kami belum sampai ke situ,” katanya.

Namun, pihaknya berharap ke depan akan ada kebijakan khusus sebagai bentuk dukungan bagi para peserta.

“Mudah-mudahan ada aturan baru atau kebijakan dari pemerintah daerah sesuai arahan Pak Bupati, sebagai support tentu bagi anak-anak yang ikut,” pungkasnya.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, sebelumnya menegaskan bahwa keikutsertaan dalam MTQ tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada pembinaan nilai-nilai keagamaan.

“MTQ ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan kita terhadap Al-Qur’an serta membangun generasi yang berakhlak mulia,” ujarnya.

MTQ XXXIV Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Maros ini mengusung tema “Al-Qur’an Berdampak Menuju Umat Masa Depan” dan berlangsung pada 12 hingga 18 April 2026.