Rastranews.id, Luwu Timur – Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menghadiri sekaligus melepas Penyuluh Pertanian Kabupaten Luwu Timur yang resmi beralih ke Kementerian Pertanian (Kementan).
Kegiatan silaturahmi dan pelepasan tersebut berlangsung di Pantai Ujung Suso, Kecamatan Burau, Sabtu (31/01/2026), dengan mengusung tema “Terwujudnya Swasembada Pangan, Industri Unggul Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal”.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa meskipun secara administrasi penyuluh kini berada di bawah naungan Kementerian Pertanian, peran dan tanggung jawab di daerah tetap berjalan seiring.
“Kepada teman-teman penyuluh secara administrasi kita dipisahkan, akan tetapi tupoksi kita di wilayah Luwu Timur tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Kolaborasi kita harus tetap terjaga,” ujar Bupati Irwan.
Ia juga menyoroti komitmen kuat Menteri Pertanian dalam mendorong kemajuan sektor pertanian nasional, sehingga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Tujuannya adalah kita akan Swasembada pangan menuju kesejahteraan masyarakat yang maju dan mandiri, salah satunya dengan membuat industri-industri pertanian di Kabupaten Luwu Timur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk segera memperkuat koordinasi lintas sektor pertanian melalui program unggulan daerah.
“InsyaAllah dalam waktu dekat kita akan kumpulkan para petani, para penyuluh, termasuk juga pendukung fasilitas pertanian, kaitannya dengan program pemerintah daerah yakni Baruga Tani,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja (Kamtimker) Burau, Darmawan, dalam laporannya menjelaskan bahwa pengalihan status penyuluh merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tentang pendayagunaan penyuluh pertanian dalam rangka percepatan swasembada pangan.
“Jadi kami sampaikan bahwa sebanyak 138 Penyuluh Pertanian yang ada di Kabupaten Luwu Timur terdiri dari 120 PNS, 14 PPPK, dan 4 CNPS yang akan beralih ke Kementerian Pertanian,” ujar Darmawan.

