Rastranews.id, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dalam pengembangan dan pembinaan implementasi informasi geospasial guna memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Makassar, Selasa (14/4/2026).

Kesepakatan tersebut diteken oleh Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, bersama Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) LPPM Unhas, Nurjannah Nurdin.

Turut hadir sejumlah pejabat dari Bapperida, Dinas Kominfo, serta Bagian Pemerintahan Setdakab Luwu Timur.

Dalam keterangannya, Kamal Rasyid menegaskan bahwa ketersediaan data geospasial yang akurat dan mutakhir menjadi kunci dalam mendukung pembangunan daerah di era transformasi digital.

“Data geospasial yang andal sangat penting untuk pengambilan kebijakan berbasis wilayah, mulai dari perencanaan hingga evaluasi pembangunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) terus mendorong penguatan infrastruktur informasi geospasial nasional melalui simpul jaringan yang terintegrasi.

Menurutnya, pengelolaan data yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan menjadi syarat utama dalam mewujudkan sistem tersebut di daerah.

Saat ini, Luwu Timur telah memiliki Geoportal Simpul Jaringan PALAPA yang difasilitasi BIG, meski pemanfaatannya dinilai belum optimal. Platform ini berfungsi sebagai media berbagi dan pengelolaan data geospasial antarinstansi dalam satu jaringan nasional.

“Versi terbaru PALAPA 5.0 hadir dengan sistem yang lebih modern, aman, dan terstandarisasi, termasuk peningkatan aksesibilitas dan interoperabilitas data,” jelasnya.

Berdasarkan evaluasi kinerja simpul jaringan melalui Sistem Informasi Monitoring Kinerja Simpul Jaringan (SIMOJANG) BIG, capaian Luwu Timur juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilainya meningkat menjadi 1,97 dengan status “Operasional”, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,26 dengan status “Terbangun”.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Luwu Timur berharap pengelolaan data geospasial semakin optimal dan terintegrasi, sehingga mampu menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berbasis data akurat.