RastraNews.id, Makassar– Aplikasi layanan publik Lontara+ resmi menambah fitur baru berupa layanan pariwisata untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan mengeksplorasi destinasi wisata di Kota Makassar.

Peluncuran fitur tersebut digelar di Makassar Creative Hub (MCH), kawasan Pantai Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Rabu (14/1/2026).

Kepala Dinas Kominfo Makassar, Muhammad Roem, menjelaskan bahwa fitur pariwisata Lontara+ masih berada pada tahap awal pengembangan.

Saat ini, baru dua destinasi wisata yang telah terintegrasi, yakni Museum Kota Makassar dan Pantai Indah Bosowa.

“Ke depan, layanan ini akan terus diperluas dengan memasukkan destinasi wisata berbayar lainnya di Kota Makassar. Kami sangat membutuhkan kolaborasi pengelola destinasi, perhotelan, hingga travel agent,” ujar Roem.

Pengembangan fitur pariwisata Lontara+ dilakukan selama sekitar dua setengah bulan, sejak Oktober hingga Desember 2025, dan rampung pada akhir Desember 2025.

Saat ini, layanan tersebut masih difokuskan untuk wisatawan domestik dan belum mendukung fitur multibahasa.

“Ke depan akan ada pengembangan bahasa ganda agar bisa menjangkau wisatawan mancanegara,” tambah pria yang sebelumnya  menjabat Dinas Pariwisata Makassar itu.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyebut pengembangan fitur pariwisata Lontara+ sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat sektor unggulan daerah.

Melalui Lontara+, Pemkot menghadirkan kanal resmi terpadu yang menyatukan informasi destinasi wisata, e-ticketing, kalender event, dan promosi pariwisata dalam satu platform digital.

“Tujuannya jelas, memperluas promosi pariwisata berbasis digital, membangun kolaborasi dengan pengelola destinasi dan sektor perbankan, serta mendorong peningkatan kunjungan wisata yang berdampak pada PAD,” jelas Hendra.

Pada tahap Minimum Viable Product (MVP), Lontara+ mengusung konsep 4A pariwisata (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Aktivitas), lengkap dengan fitur pemesanan tiket dan manajemen ticketing.

Pada pengembangan tahap berikutnya, aplikasi ini akan dilengkapi gamifikasi, bundling paket wisata, experience packaging, hingga potensi fitur pembayaran inovatif seperti PayLater, guna meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay) di Makassar.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan, Lontara+ dikembangkan sebagai super apps yang mengintegrasikan lebih dari 300 aplikasi layanan milik Pemerintah Kota Makassar dalam satu platform.

“Lontara+ berangkat dari sistem aduan masyarakat yang selama ini memberi feedback langsung terhadap kinerja OPD. Dari situ kita bisa melihat kebutuhan kota, mulai dari kebersihan, parkir, hingga pelayanan publik,” ungkap pria yang akrab disapa Appi itu.

Dengan penambahan fitur pariwisata, Appi berharap Lontara+ menjadi etalase digital potensi Makassar, tidak hanya bagi warga lokal tetapi juga wisatawan dari luar daerah.

“Ke depan, Makassar bisa dilihat hanya dari satu smartphone. Apa pun yang dibutuhkan tentang Makassar, semuanya ada di satu aplikasi,” tegasnya.

Pemkot Makassar berkomitmen terus mengembangkan Lontara+ sebagai platform layanan publik terpadu yang modern, inklusif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

Launching fitur pariwisata Lontara+ diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar dan dihadiri langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, jajaran OPD, Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga, Ketua ASITA Sulsel Didi Leonardo Manaba, serta Direktur Pemasaran PT Bank Sulselbar Dirhamsyah Kadir. (MU)