RastraNews.Id, Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menunjukkan respons cepat dalam menangani warga yang hidup dalam kondisi hunian tidak layak.
Pada Jumat (20/3/2026), Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turun langsung meninjau kondisi Zainuddin (60) di wilayah Malili.
Selama kurang lebih lima tahun terakhir, Zainuddin diketahui tinggal di ruang sempit yang ia bangun sendiri dari material bekas di belakang rumah warga.
Lahan yang ditempatinya pun bukan milik pribadi, melainkan hanya pinjaman, sehingga membuatnya tidak tersentuh program bantuan perumahan sebelumnya.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat. Bantuan kebutuhan dasar disalurkan, sekaligus disiapkan hunian sementara yang lebih layak bagi Zainuddin.
“Untuk sementara kita siapkan tempat tinggal yang lebih layak. Selanjutnya, beliau akan direlokasi ke area nursery Dinas Lingkungan Hidup agar bisa tinggal lebih aman dan manusiawi,” ujar Irwan di lokasi.
Ia menegaskan, kasus serupa tidak boleh luput dari perhatian pemerintah. Para kepala desa diminta lebih proaktif dalam mendata warga yang membutuhkan bantuan, tanpa harus menunggu laporan masuk.
“Saya minta kepala desa rutin turun ke lapangan. Kita harus hadir lebih cepat, lebih dekat, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Pada hari yang sama, Bupati juga menyambangi keluarga Markus dan Lince di Desa Tarabbi. Selama sekitar satu dekade, keluarga tersebut bersama tiga anaknya tinggal di rumah dengan kondisi yang jauh dari standar kelayakan.
Pemkab Luwu Timur pun menyerahkan bantuan awal dan memastikan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga tersebut segera direalisasikan.
“Kami akan tindak lanjuti dengan pembangunan rumah yang lebih layak,” kata Irwan.
Suasana haru pun tak terhindarkan. Lince tampak terisak saat memeluk Bupati sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
Langkah cepat ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap hunian yang aman, layak, dan manusiawi. (*)

