Rastranews.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi melantik seluruh RT/RW yang terpilih dalam pemilihan serentak di Kota Makassar, Senin pagi (29/12/2025).

‎Diketahui, sebanyak 6.027 Ketua RT serta 1.005 Ketua RW yang dilantik secara serentak di Lapangan Karebosi tersebut.

‎Munafri menyebut pemilihan ketua RT/RW secara langsung sebagai tonggak penting demokrasi di tingkat lingkungan.

Melalui mekanisme tersebut, masyarakat memiliki ruang menentukan langsung pemimpin di wilayahnya masing-masing.

‎Appi, sapaan akrabnya, menilai pemilihan langsung RT/RW mencerminkan demokrasi yang tumbuh dari bawah dan memperkuat legitimasi kepemimpinan di tingkat paling dasar.

‎“Ini merupakan sejarah yang tidak akan terlupakan di Kota Makassar. Pemilihan RT dan RW dilaksanakan secara langsung, sehingga pemimpin lingkungan benar-benar dipilih oleh masyarakat di wilayahnya,” kata Appi.

‎Menurutnya, sistem tersebut menutup ruang penunjukan sepihak dan memastikan ketua RT dan RW lahir dari kesepakatan warga.

‎Dengan begitu, pola komunikasi dan penyampaian informasi di tengah masyarakat diharapkan berjalan lebih baik karena diwakili oleh orang-orang yang memang dikenal dan dipercaya oleh lingkungannya.

‎Namun demikian, Appi menegaskan bahwa legitimasi dari pemilihan langsung harus diiringi dengan sikap netral dan adil dalam menjalankan tugas.

‎Ia mengingatkan agar RT dan RW tidak membawa kepentingan politik atau kelompok tertentu ke dalam pelayanan masyarakat.

‎“Mulai hari ini, saya tidak mau lagi mendengar si A orangnya si A, si B orangnya si B. Seluruh ketua RT dan RW adalah orang-orang yang bekerja untuk membantu pemerintah Kota Makassar, bukan membawa kepentingan politik,” tegasnya.

‎Appi menekankan bahwa jabatan RT dan RW bukanlah jabatan struktural pemerintahan, melainkan jabatan sosial yang menuntut integritas tinggi.

RT dan RW, kata dia, merupakan wajah pemerintah kota di tingkat lingkungan dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyerap serta menyampaikan aspirasi warga.

‎Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik, termasuk dalam pilkada, tidak boleh menjadi alasan bagi RT atau RW untuk membatasi komunikasi maupun pelayanan kepada masyarakat.

‎“Tidak boleh ada RT atau RW yang enggan berhubungan dengan warganya hanya karena perbedaan pilihan politik. Semua warga harus dilayani secara adil,” ujarnya.

‎Selain itu, Appi menegaskan pentingnya peran RT dan RW dalam memastikan data warga akurat agar program bantuan dan pembangunan pemerintah dapat tepat sasaran.

Ia menambahkan, kinerja RT dan RW ke depan akan menjadi perhatian pemerintah dan dapat dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Di akhir sambutannya, Appi mengucapkan selamat kepada seluruh Ketua RT dan RW yang telah dilantik.

Ia berharap, melalui pemilihan langsung yang demokratis dan sikap netral dalam pelayanan, RT dan RW dapat menjadi penguat demokrasi sekaligus penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat Kota Makassar. (MA)