RastraNews.id, Gowa — Kuota Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Gowa pada musim haji 1447 H/2026 M mengalami lonjakan signifikan. Tahun ini, sebanyak 1.421 jemaah resmi dilepas, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 517 orang.
Pelepasan jemaah dirangkaikan dengan Bimbingan Manasik Haji di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (7/2/2026), dan dihadiri langsung Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.
Husniah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamenhaj di Gowa. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi penguat bagi daerah dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan jamaah haji.
“Kehadiran Wakil Menteri menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji,” ujar Husniah.
Pemkab Gowa, lanjutnya, secara konsisten memberi dukungan, mulai dari penyediaan armada bus pengantar jamaah ke Asrama Haji Sudiang hingga hibah tanah dan bangunan yang kini dimanfaatkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, yang diresmikan awal 2026.
Ia mengaku bersyukur atas peningkatan kuota haji Gowa yang mencapai lebih dari 100 persen. Namun, ia menekankan bahwa peningkatan jumlah jamaah harus diiringi dengan pelayanan yang semakin optimal.
“Semoga bertambahnya jumlah jemaah tidak mengurangi kekhusyukan ibadah, dan menjadi motivasi bagi petugas untuk memberikan layanan yang lebih baik,” tegasnya.
Bupati juga berpesan agar jamaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta disiplin mengikuti arahan petugas dan pembimbing haji. “Ibadah haji sangat menuntut kesiapan fisik. Jaga kesehatan,” pesannya.
Sementara itu, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan komitmen pemerintah mendorong sistem kuota haji yang transparan dan berkeadilan, di tengah tingginya antrean haji nasional yang mencapai sekitar 5,6 juta orang, termasuk lebih dari 200 ribu di Sulawesi Selatan.
“Prinsip keadilan menjadi dasar perhitungan kuota. Alhamdulillah, masa tunggu haji yang sebelumnya bisa mencapai 48 tahun kini rata-rata menjadi 26 tahun di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan jemaah agar mengikuti manasik secara serius, terutama dalam menjaga kondisi kesehatan, agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik dan kembali sebagai haji mabrur. (rls/mu)

