RastraNews.id, Palu — Kritik Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulawesi Tengah terhadap program “Berani Cerdas” yang disertai desakan penghentian menuai respons keras dari kalangan masyarakat. Kritik tersebut dinilai tidak berdasar dan berpotensi menghambat akses pendidikan bagi kelompok ekonomi lemah.

Praktisi hukum muda, Noval A Saputra, mengecam sikap sejumlah legislator yang dinilai tidak memahami kondisi riil masyarakat. Menurutnya, program “Berani Cerdas” merupakan instrumen penting pemerintah daerah dalam menjamin akses pendidikan tinggi bagi anak-anak yang terkendala biaya.

“Desakan penghentian program ini justru berpotensi mengabaikan hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan,” tegas Noval.

Ia menilai, kritik yang dilontarkan tidak berbasis data dan cenderung mengarah pada opini yang dapat menyesatkan publik. Padahal, program tersebut telah menjadi salah satu solusi konkret dalam membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi.

Noval juga mengingatkan bahwa fungsi DPRD seharusnya berfokus pada pengawasan agar program berjalan tepat sasaran, bukan sebaliknya menjadi penghambat kebijakan yang pro-rakyat.

“Jika ada kekurangan, perbaiki tata kelolanya. Bukan menghentikan program yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dinilai Sejalan Konstitusi

Lebih lanjut, Noval menegaskan bahwa program “Berani Cerdas” sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 31 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan.

“Ini adalah mandat konstitusi. Negara wajib hadir memastikan akses pendidikan terbuka bagi semua tanpa diskriminasi,” katanya.

Ia menambahkan, dalam situasi ekonomi yang masih menantang, program beasiswa menjadi penopang utama bagi banyak keluarga. Karena itu, dinamika politik diharapkan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat kecil.

Data Penerima dan Capaian Program

Hingga akhir 2025, program “Berani Cerdas” tercatat telah menjangkau 23.569 penerima manfaat di Sulawesi Tengah, dengan fokus pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk jenjang S1 dan D4.

Sejumlah perguruan tinggi menjadi penerima manfaat signifikan, di antaranya UIN Datokarama Palu dengan 2.172 mahasiswa, serta Universitas Tadulako dengan 10.768 mahasiswa terverifikasi sebagai penerima.

Penyaluran anggaran juga melibatkan Bank Sulteng yang telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 15 ribu mahasiswa.

Dengan total anggaran sekitar Rp84 miliar, program ini dinilai memiliki dampak signifikan dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mengurangi beban ekonomi keluarga.

Dorong Evaluasi Berbasis Data

Noval mendorong evaluasi program dilakukan secara objektif berbasis riset ilmiah dengan melibatkan kalangan akademisi. Menurutnya, pendekatan berbasis data penting agar kebijakan yang diambil tidak didorong oleh kepentingan politik semata.

“Kalau ada yang ingin menghentikan program ini tanpa dasar kuat, patut dipertanyakan motifnya,” tegasnya.

Ia berharap program “Berani Cerdas” tetap dilanjutkan dengan pengawasan yang lebih ketat agar manfaatnya semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.