Rastranews.id, Makassar — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mulai mematangkan pelaksanaan Program KPU Mengajar dengan menyasar pelajar SMA dan sederajat sebagai pemilih pemula.

Program ini dirancang untuk memperkuat literasi demokrasi sejak dini, tidak sekadar mengenalkan teknis pemilu, tetapi juga membangun kesadaran politik yang kritis.

Sebagai langkah awal, KPU Makassar melakukan audiensi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari tindak lanjut program Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang dicanangkan KPU Provinsi Sulsel di 24 kabupaten/kota.

Anggota KPU Makassar, Muhammad Abdi Goncing, mengatakan KPU Mengajar menyasar pelajar SMA/SMK sebagai kelompok strategis dalam pembangunan demokrasi jangka panjang.

“Program ini tidak berhenti pada pengenalan cara memilih, tetapi mendorong peserta didik memahami demokrasi sebagai nilai, sikap, dan tanggung jawab warga negara,” kata Abdi.

Ia menegaskan, pendidikan pemilih perlu dirancang lebih substantif agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih administratif, tetapi juga memiliki daya kritis terhadap proses politik dan penyelenggaraan pemilu.

Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan pemilih sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Menurut Abdi, KPU Mengajar menjadi ruang untuk menanamkan etika demokrasi, asas pemilu, serta nilai partisipasi yang sadar dan rasional di tengah tantangan literasi digital dan arus informasi yang kian kompleks.

Sementara itu, Anggota KPU Makassar Sri Wahyuningsih menyampaikan, audiensi tersebut diharapkan berlanjut ke tahap kerja sama formal melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).

“Kerja sama ini penting agar kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan dapat terstruktur dan menjangkau sekolah-sekolah di Kota Makassar secara sistematis,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sulsel, Asqar, menyambut positif rencana tersebut.

Menurutnya, pendidikan pemilih bagi pelajar memiliki relevansi kuat dengan penguatan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa.

“Pendidikan pemilih sangat penting bagi pemilih pemula, terutama untuk membuka wawasan mereka tentang demokrasi dan partisipasi politik yang bertanggung jawab,” jelas Asqar.

Ia juga memastikan pihaknya siap membuka ruang kolaborasi dengan KPU Makassar demi mendorong iklim demokrasi yang lebih sehat di lingkungan pendidikan.

Program KPU Mengajar diharapkan menjadi pintu masuk pembentukan generasi pemilih yang tidak hanya paham hak pilih, tetapi juga memiliki kesadaran etis dan kritis dalam kehidupan demokrasi, khususnya di Kota Makassar. (MU)