MAROS, RastraNews.id – Kontingen Kabupaten Maros dipastikan ambil bagian dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan dengan kekuatan sementara sebanyak 386 atlet.
Ratusan atlet tersebut akan bertanding di 33 cabang olahraga (cabor), meningkat dibanding pelaksanaan Porprov sebelumnya yang hanya meloloskan 29 cabor.
Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maros, Chaerul Syahab, mengungkapkan jumlah atlet yang diberangkatkan masih berpeluang bertambah seiring proses asistensi dan seleksi lanjutan.
Menurutnya, sejumlah cabang olahraga masih memiliki kesempatan memperoleh tiket tambahan melalui mekanisme wildcard.
“Namun kami masih menunggu tahapan asistensi cabor. Jumlah atlet masih mungkin bertambah karena ada peluang tambahan melalui wildcard,” ujarnya kepada Tribun Timur, Selasa (16/6/2026).
Saat ini, kata Chaerul, persiapan terus dimatangkan di seluruh cabang olahraga yang akan berlaga. Program uji tanding (try out) mulai difokuskan untuk meningkatkan performa atlet menjelang pelaksanaan Porprov.
Selain itu, KONI Maros juga menyiapkan program pemusatan latihan (training center) yang akan berjalan selama dua bulan sebelum kompetisi dimulai.
Di sisi anggaran, KONI Maros tahun ini menerima dana hibah sebesar Rp3 miliar dari pemerintah daerah. Meski demikian, dana tersebut tidak seluruhnya dialokasikan untuk kebutuhan Porprov.
Chaerul menjelaskan anggaran hibah juga digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi dan program pembinaan olahraga sepanjang tahun.
Ketua KONI Maros, Marjan Massere, turut menegaskan bahwa penggunaan dana dilakukan secara menyeluruh untuk kebutuhan organisasi, meskipun porsi terbesar tetap diarahkan pada persiapan kontingen Porprov.
Pada Porprov Bulukumba–Sinjai sebelumnya, Maros menutup kompetisi di peringkat kesembilan dengan perolehan 16 medali emas, 31 perak, dan 31 perunggu.
Untuk edisi kali ini, KONI Maros menetapkan target yang lebih tinggi, yakni masuk lima besar klasemen akhir.
“Target kami tahun ini bisa menembus lima besar,” kata Marjan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, strategi pendanaan akan diprioritaskan pada cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang terbesar menyumbang medali agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran. []

