RASTRANEWS.ID, MAKASSAR – Ketua KONI Kota Makassar, Ismail, mendorong penguatan sinergi antara KONI dan Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam pembinaan olahraga usia dini sebagai upaya mencetak atlet-atlet masa depan yang mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Hal itu disampaikan Ismail usai menghadiri pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP serta Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SMP tingkat Kota Makassar Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Karebosi, Selasa (9/6/2026).

Menurut Ismail, pelaksanaan O2SN dan GSI menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program pembinaan olahraga pelajar antara Dinas Pendidikan dan KONI Kota Makassar.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinkronisasi antara KONI Kota Makassar dan Dinas Pendidikan. Ke depan, kami ingin kegiatan seperti ini terus diperbesar karena menjadi wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet berbakat sejak usia dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi olahraga menjadi kunci dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, O2SN yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kecamatan dan kini memasuki tingkat kota menunjukkan adanya proses pembinaan yang semakin baik.

“Kami berharap pada tahun 2027 nanti bisa lebih terintegrasi lagi. Dinas Pendidikan dan KONI dapat bersama-sama merencanakan, menyandingkan, dan menyinergikan program pembinaan olahraga pelajar,” katanya.

Ismail juga mengapresiasi banyaknya talenta muda yang muncul melalui ajang O2SN dan GSI. Menurutnya, kompetisi seperti ini menjadi sarana efektif untuk mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dibina lebih lanjut.

“KONI sangat mengapresiasi bakat-bakat yang dimiliki anak-anak sekolah. Mereka inilah calon atlet masa depan Kota Makassar yang harus mendapatkan perhatian dan pembinaan sejak dini,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, KONI Kota Makassar berkomitmen melakukan pemantauan dan seleksi terhadap peserta yang menunjukkan prestasi dan potensi menonjol selama pelaksanaan O2SN dan GSI.

“Kami akan merangkul anak-anak yang berprestasi dan memiliki keseriusan di bidang olahraga. Tentu mereka akan mendapatkan dukungan, termasuk peluang pembinaan dan beasiswa sebagai motivasi untuk terus berkembang,” tambah Ismail.

Ia berharap kolaborasi antara KONI dan Dinas Pendidikan dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kota Makassar di berbagai ajang olahraga.

“Kalau pembinaan dilakukan sejak usia sekolah dan didukung semua pihak, saya yakin Makassar akan terus melahirkan atlet-atlet hebat di masa mendatang,” pungkasnya. (*)