Rastranews.id – Exco PSSI, Arya Sinulingga kembali menjadi perbincangan publik sepakbola tanah air. Dalam sebuah potongan video, ia mengungkapkan bahwa terjadi polemik di ruang ganti Timnas Indonesia jelang mengahadapi China di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, pada 15 Oktober 2024 lalu.

Polemik itu terkait pemilihan ban kapten pada laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Kekalahan ini kemudian memunculkan rumor keretakan ruang ganti hingga adanya konflik antar pemain usai Jay Idzes dicopot sebagai kapten dan digantikan Asnawi Mangkualam Bahar.

Dalam sebuah klarifikasi di instagram pribadinya, Asnawi cukup geram dengan komentar dari Arya. Pasalnya, pertandingan melawan China diakuinya sudah berlalu cukup lama dan masih dibahas sampai saat ini.

Padahal kata Asnawi, dirinya memang sudah berniat menyerahkan ban kapten kepada pemain lain yang dianggap lebih layak. Namun, ketika ia berdiskusi dengan Nova Arianto yang saat itu menjadi asisten pelatih, Asnawi tetap ditunjuk sebagai kapten utama oleh Shin Tae-yong.

Bek Port FC itu bahkan tetap ingin memberikan ban kapten kepada Jay Idzes. Namun keputusan telah bulat dan Asnawi tetap didaulat sebagai kapten dan Jay sebagai wakil kapten.

“Saya ingin mengklarifikasi soal kapten. Sudah terlalu lama masalah ini didiamkan dan menjadi bola liar di publik. Sedikit penjelasan masalah kapten. Saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia,” tulis Asnawi melalui Instagram story, dikutip Jumat (12/11/2025).

“Saya pribadi berbicara ke Coach Nova untuk diberikan ke Jordi (Amat). Tapi, ketika itu Coach Nova bilang ‘kamu yang masih dipercaya Coach Chin’. Berlanjut lagi saya masih berusaha untuk memberikan ke pemain lain lagi yaitu Jay (Idzes) dari sebelum melawan Australia di GBK,” sambungnya.

Asnawi menjelaskan, bahwa dirinya sempat mengajak sejumlah pemain untuk membahas kepastian pemegang ban kapten. Ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan Shin Tae-yong.

“Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy (Walsh), Thom (Haye), (Rizky) Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa kapten utama, siapa wakilnya,” kata mantan pemain PSM Makassar ini.

“Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan kapten utama ke saya dan Jay sebagai wakilnya. Dan di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas,” jelasnya.

Asnawi mengaku, sangat menyayangkan dirinya terus menjadi pihak yang disudutkan dalam isu retaknya ruang ganti Timnas Indonesia.

“Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu dibahas karena memang jelas alurnya seperti itu. Ketika kapten utama bermain tetap akan memakai ban kapten. Tetapi jika tidak bermain diberikan ke wakil kapten,” imbuh Asnawi.

Ia juga mempertanyakan alasan isu laga melawan China terus diungkit, dan mempertanyakan sumber informasi yang diterima Arya terkait pencopotan ban kapten.

“Tapi kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini. Dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China. Sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu tapi memperbaiki buat ke depannya,” tuturnya.

“Kalau memang perkataan bapak itu benar, Jay sudah ditentukan sebagai kapten utama melawan China, mohon beritahu saya siapa yang mengatakannya pada Anda?” imbuhnya.

Asnawi menegaskan dirinya sangat bangga jika dipercaya sebagai kapten. Namun, ia tidak mempersoalkan jika ban kapten tersebut diberikan kepada pemain lain yang jauh lebih pantas.

“Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga. Tapi, ketika diberikan yang jauh lebih baik saya ikhlas. Dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain. Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena waktu itu saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas,” tutup Asnawi.(JY)