Rastranews.id, Jakarta – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mendesak pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk memastikan seluruh sistem transportasi nasional dalam kondisi prima.

Politikus Fraksi Gerindra itu menilai periode mudik merupakan momen krusial yang menguji kesiapan negara dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan jutaan masyarakat yang bepergian ke kampung halaman.

“Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Mudik adalah ujian besar. Semua moda transportasi harus dipastikan aman, layak, dan terkendali,” ujar Andi Iwan kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).

Ia menekankan, pengawasan harus dilakukan menyeluruh terhadap moda darat, laut, udara, hingga kereta api. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran standar keselamatan, termasuk praktik kelebihan kapasitas penumpang.

Menurutnya, armada bus antar kota dan antar provinsi perlu mendapat perhatian khusus. Pemeriksaan kelaikan jalan dan kondisi teknis kendaraan, serta kesiapan fisik dan administrasi pengemudi, harus dilakukan secara ketat untuk menekan potensi kecelakaan.

Di sektor transportasi laut, Andi Iwan mengingatkan agar jumlah alat keselamatan di kapal benar-benar sesuai dengan kapasitas penumpang. Ia menilai berbagai insiden kecelakaan laut di masa lalu kerap dipicu kelalaian dalam pemenuhan standar keselamatan.

“Jangan sampai ada penumpang yang tidak mendapatkan perlindungan memadai. Life jacket, sekoci, semua harus sesuai standar dan jumlah penumpang,” tegasnya.

Sementara untuk moda kereta api, ia menyoroti persoalan perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah disebutnya mutlak diperlukan untuk memperbaiki sistem pengamanan di titik-titik tersebut.

Tak hanya aspek keselamatan, Andi Iwan juga menyinggung soal keterjangkauan biaya perjalanan. Ia meminta pemerintah memastikan tidak terjadi lonjakan harga tiket yang memberatkan masyarakat saat permintaan meningkat.

“Kita ingin mudik berjalan aman, lancar, dan tetap terjangkau. Jangan sampai masyarakat terbebani tarif yang melonjak tajam,” katanya.

Ia pun menyatakan dukungannya terhadap kebijakan diskon tarif tol dan potongan harga tiket pesawat sebagai langkah konkret meringankan beban pemudik.

Sebagai mitra kerja pemerintah di sektor infrastruktur dan perhubungan, Komisi V DPR RI, lanjutnya, akan mengawal seluruh kebijakan dan kesiapan teknis agar pelaksanaan mudik tahun ini berjalan optimal.

“Keselamatan, kelancaran, dan keterjangkauan harus menjadi prioritas. Dari situlah kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.