RastraNews.id, Makassar – Komisi D DPRD Makassar menyerahkan rekomendasi penonaktifan sementara dua pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar kepada Wali Kota Makassar terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam penempatan jabatan kepala sekolah.

‎Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan rekomendasi tersebut meminta Wali Kota Makassar segera menonaktifkan sementara dua pejabat yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

‎Dua pejabat yang dimaksud ialah Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muh Yunus Sanusib, serta Kepala Seksi GTK, Syarif.

‎Selain itu, Komisi D juga meminta agar nama-nama oknum dari pihak eksternal yang turut disebut dalam dugaan kasus tersebut diperiksa secara intensif oleh Inspektorat maupun aparat penegak hukum (APH) guna mendalami dugaan pungli.

‎Ari menegaskan, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya praktik pungli, maka pihak yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum. Sebaliknya, jika dugaan tersebut tidak terbukti, nama baik mereka harus dipulihkan.

‎”Termasuk jabatan dan sebagainya,” tegas Ari usai menemui Wali Kota Makassar bersama sekretaris komisi dan sejumlah anggota Komisi D di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (30/6) pagi.

‎Menurut Ari, Komisi D hanya berperan mengawal dan membangun alur komunikasi dalam penanganan persoalan tersebut. Adapun penjatuhan sanksi maupun proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan Wali Kota Makassar dan aparat penegak hukum.

‎Ia juga mengungkapkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan pungli tersebut. Menurutnya, seluruh pihak yang namanya disebut akan diperiksa tanpa pengecualian.

‎”Termasuk oknum Perumda yang disebut namanya. Tak ada satu pun yang Pak Wali akan lindungi karena kita semua ini berkomitmen untuk menegakkan aturan seadil-adilnya. Baik itu internal Disdik, maupun dari eksternal. Semua yang tercatut namanya akan dilakukan pemeriksaan agar adil,” kata Ari.

‎Ari menegaskan komitmen tersebut merupakan jaminan langsung dari Wali Kota Makassar.

‎”Pak Wali Kota jamin itu,” ungkap legislator dari Fraksi Nasdem itu. (*)