Rastranews.id, Makassar — Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memastikan dua lifter andalan Merah Putih, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah, tidak akan lagi bersaing di kelas yang sama pada Olimpiade Los Angeles (LA) 2028.
Keputusan strategis ini diambil melalui diplomasi intensif dengan Federasi Angkat Besi Dunia (IWF).
Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa IWF telah menyetujui usulan pembagian kelas baru untuk Olimpiade 2028.
Dalam skema tersebut, Rizki diproyeksikan turun di kelas 75 kg, sementara Rahmat Erwin akan berlaga di kelas 85 kg.
“IWF sudah menerima usulan pembagian kelas. Ini langkah penting agar potensi medali Indonesia bisa dimaksimalkan,” ujar Raja Sapta Oktohari dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/12/2025).
Langkah ini dinilai sebagai momentum krusial dalam peta kekuatan angkat besi Indonesia.
Dengan memisahkan kedua lifter terbaiknya, Indonesia membuka peluang realistis untuk memburu dua medali emas sekaligus di panggung Olimpiade.
Sinyal positif dari strategi ini telah terlihat pada SEA Games 2025 di Thailand.
Rizki Juniansyah tampil perkasa di kelas 79 kg dengan meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia.
Tak berselang lama, Rahmat Erwin Abdullah juga menunjukkan dominasinya dengan merebut emas di kelas 88 kg.
Sebelumnya, Rizki dan Rahmat Erwin sempat “saling sikut” saat menjalani rangkaian kualifikasi Olimpiade Paris 2024, di mana keduanya berada di kelas 73 kg.
Dari persaingan tersebut, Rizki berhasil mengamankan tiket Olimpiade, sementara Rahmat harus tersingkir karena aturan yang hanya memperbolehkan satu atlet per negara di setiap kelas.
Dengan skema baru menuju LA 2028, angkat besi Indonesia kini memiliki arah yang lebih jelas. Tak sekadar lolos Olimpiade, tetapi menargetkan kejayaan di podium tertinggi dunia. (MU)

