Rastranews.id, Donggala — Di tengah hamparan pohon kelapa di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, berdiri rumah sederhana milik Hasima—sebuah potret nyata masih adanya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Sulawesi Tengah.

Rumah kayu dengan dinding lapuk dan atap yang menua itu selama ini menjadi tempat tinggal Hasima. Dalam keterbatasan, ia tetap bertahan menjalani kehidupan sehari-hari, meski kondisi hunian jauh dari kata layak.

Kondisi tersebut kini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid, Pemprov Sulteng mendorong percepatan program BERANI Bedah Rumah yang menjadi bagian dari paket kebijakan “BERANI Sejahtera”.

Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman.

Kisah Hasima menjadi salah satu contoh konkret sasaran program tersebut. Pemerintah berupaya memastikan warga dengan kondisi serupa tidak lagi tinggal di rumah yang tidak layak, melainkan mendapatkan tempat tinggal yang mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

Pemprov Sulteng menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak semata melalui bantuan ekonomi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar seperti perumahan yang layak huni.

Melalui pendekatan tersebut, program BERANI diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.

Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan—di mana setiap rumah yang diperbaiki menjadi simbol kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.