Rastranews.id, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menegaskan akan mengevaluasi seluruh kinerja Ketua RT/RW terpilih nantinya.

Namun, ia menekankan pentingnya saat ini untuk menjaga kondusivitas lingkungan pascapelaksanaan pemilihan RT/RW.

Ia meminta agar tidak ada lagi konflik atau gesekan sosial di tingkat bawah akibat perbedaan pilihan.

Menurut Appi, RT/RW bukan sekadar jabatan, melainkan perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan dan menjalankan program hingga ke masyarakat. Karena itu, proses pemilihannya harus dimaknai sebagai upaya mencari figur yang mau bekerja dan memahami kondisi warganya.

“RT/RW itu kita cari orang yang mau sibuk, mau bekerja, dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah. Tokoh yang tahu betul kondisi masyarakat di wilayahnya,” ujar Appi.

Ia menjelaskan, pemilihan dilakukan agar proses penentuan RT/RW berjalan adil dan terbuka, sehingga tidak lagi menimbulkan persoalan klasik seperti rasa iri atau klaim sepihak.

“Kalau ada beberapa yang mau, ya dipilih saja secara demokratis. Siapa yang dapat suara terbanyak, dialah yang dipercaya,” jelasnya.

Appi menekankan, setelah proses pemilihan selesai, maka semua pihak harus kembali bersatu. Pemenang diminta merangkul yang kalah, sementara yang kalah diharapkan mendukung kepemimpinan RT/RW terpilih.

“Yang menang harus merangkul yang kalah. Yang kalah ikut sama yang menang. Jangan karena ego pribadi, akhirnya warga yang jadi korban dan tidak mendapatkan pelayanan atau bantuan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, sikap tidak mau berkolaborasi justru berpotensi merugikan masyarakat sendiri, terutama dalam penyaluran program pemerintah dan penyelesaian persoalan sosial.

Lebih lanjut, Appi menegaskan pentingnya koordinasi RT/RW dengan perangkat pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan agar persoalan warga dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

“Sekarang ini aduan warga sudah banyak masuk lewat Lontara. Responsnya cepat. Ini bukti kalau koordinasi berjalan, persoalan bisa segera diselesaikan,” katanya.

Appi juga menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar harus dilakukan secara kolaboratif, tanpa ego sektoral.

“Membangun kota ini tidak bisa sendiri-sendiri. Harus kolaboratif,” ujarnya.

Terkait evaluasi kinerja RT/RW ke depan, Appi memastikan hal tersebut tetap dilakukan secara objektif dan proporsional. Namun, ia menegaskan evaluasi tidak selalu berarti pergantian.

“Evaluasi itu bukan selalu soal mengganti. Bisa saja karena pindah tugas, sakit, atau berhalangan tetap. Tapi kalau memang kinerjanya tidak memuaskan dan tidak mampu menjalankan tugas, tentu akan dievaluasi dan diganti,” pungkasnya. (MU)