MAKASSAR, RastraNews.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mengembangkan sistem penerimaan mahasiswa baru dengan tidak hanya menitikberatkan pada nilai akademik, tetapi juga mempertimbangkan aspek kepemimpinan, prestasi, dan potensi diri calon mahasiswa.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tahap wawancara Jalur Mandiri Program Pembinaan Bakat Kepemimpinan bagi Ketua OSIS dan Jalur Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan (POSK) yang digelar pada Rabu (11/6).

Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unhas, Nurul Ichsani, mengatakan wawancara menjadi bagian penting dalam proses seleksi karena mampu menggali kemampuan peserta yang tidak selalu terlihat dari nilai akademik.

“Kegiatan ini dilaksanakan dan diselesaikan dalam satu hari pada waktu yang sama, namun di lokasi berbeda. Melalui wawancara, kami ingin melihat lebih jauh kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak peserta sesuai karakter masing-masing jalur seleksi,” ujar Nurul.

Sebanyak 194 peserta mengikuti tahapan wawancara yang melibatkan 79 dosen pewawancara.

Untuk Jalur Ketua OSIS, wawancara berlangsung di Aula LPMPP Kampus Unhas dan diikuti 62 peserta, terdiri atas 60 calon mahasiswa program sarjana (S1) dan dua peserta program sarjana terapan (D4). Sebanyak 26 dosen ditugaskan sebagai pewawancara.

Sementara itu, Jalur POSK digelar di Dental Center RS Unhas dengan jumlah peserta mencapai 132 orang, terdiri atas 129 peserta program S1 dan tiga peserta program D4. Proses seleksi pada jalur ini melibatkan 53 dosen pewawancara.

Jalur Ketua OSIS diperuntukkan bagi lulusan SMA, SMK, atau MA sederajat yang memiliki NISN dan NPSN, berasal dari sekolah berakreditasi A, serta pernah menjabat sebagai Ketua OSIS selama satu periode.

Selain itu, peserta juga harus memiliki prestasi akademik maupun nonakademik yang dibuktikan melalui sertifikat atau piagam penghargaan.

Adapun Jalur POSK memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa berprestasi di bidang olahraga, seni, keilmuan, maupun tahfiz Al-Qur’an untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui seleksi berbasis talenta.

Khusus peserta kategori tahfiz yang berjumlah 57 orang, Unhas menerapkan proses seleksi berlapis untuk memastikan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan capaian yang dilaporkan.

Tahap pertama dilakukan melalui uji hafalan Al-Qur’an oleh ustaz penguji, kemudian dilanjutkan dengan wawancara bersama tim fakultas guna menilai kesiapan akademik, motivasi belajar, dan potensi pengembangan diri peserta.

Menurut Nurul, proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya Unhas menghadirkan sistem penerimaan mahasiswa yang lebih inklusif dengan mengakomodasi berbagai potensi dan capaian calon mahasiswa.

Melalui tahapan wawancara, peserta diberikan ruang untuk menunjukkan pengalaman, prestasi, motivasi, serta potensi yang akan mereka kembangkan selama menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin. []