RastraNews.id, Bulukumba – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bulukumba yang juga Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, mendampingi Anggota DPR RI sekaligus Ketua Kadin Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Baru Kajang, Kabupaten Bulukumba, Selasa (2/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat dukungan dunia usaha terhadap pengembangan infrastruktur strategis di Bulukumba. Pelabuhan Kajang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya sebagai simpul transportasi laut, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggerakkan aktivitas perdagangan dan investasi di kawasan selatan Sulawesi Selatan.
Dalam peninjauan tersebut, Andi Iwan Aras menegaskan bahwa keberadaan Pelabuhan Kajang harus dimaksimalkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Ketua Kadin Sulsel itu, posisi pelabuhan yang berada di jalur pelayaran padat menjadi keunggulan tersendiri yang dapat dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis maritim.
“Bagaimana supaya pelabuhan ini bisa lebih fungsional. Selain melayani aktivitas pelayaran, kita berharap ada potensi usaha yang dapat berkembang dan membuka peluang kerja bagi masyarakat di daerah ini,” ujar AIA.
Legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II tersebut menilai arus lalu lintas kapal yang cukup tinggi di perairan sekitar Kajang merupakan peluang ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Karena itu, ia mendorong agar kawasan pelabuhan dikembangkan secara terintegrasi dengan sektor perdagangan, logistik, perikanan, dan usaha mikro sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah.
“Ada potensi yang sangat besar karena jalur pelayaran di kawasan ini cukup ramai. Dermaga ini harus dimaksimalkan untuk berbagai aktivitas produktif yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Bulukumba Syahruni Haris menyambut baik perhatian yang diberikan Ketua Kadin Sulsel terhadap pengembangan infrastruktur ekonomi di Bulukumba.
Menurut Syahruni, kehadiran Andi Iwan Aras menunjukkan komitmen kuat Kadin dalam mengawal pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan konektivitas dan pengembangan kawasan strategis yang berpotensi menarik investasi.
Sebagai representasi dunia usaha di Bulukumba, Syahruni menegaskan bahwa Kadin siap menjadi mitra pemerintah dalam mendorong optimalisasi Pelabuhan Kajang agar mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru.
“Kehadiran Pak AIA menjadi energi positif bagi Bulukumba. Dukungan beliau sebagai anggota DPR RI sekaligus Ketua Kadin Sulsel sangat penting untuk mempercepat pengembangan pelabuhan ini sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Syahruni.
Ia menilai pengembangan pelabuhan tidak hanya akan meningkatkan konektivitas antardaerah, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperkuat sektor perdagangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi Bulukumba.
Lebih lanjut, Syahruni menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengoptimalkan berbagai aset strategis yang dimiliki daerah.
“Bulukumba memiliki potensi besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi dan keberpihakan terhadap pembangunan infrastruktur ekonomi agar potensi tersebut bisa menjadi kekuatan nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Iwan Aras kembali menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengelola dan memberdayakan aset daerah secara produktif dan berkelanjutan.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, jajaran Fraksi Gerindra DPRD Bulukumba, pihak Syahbandar, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.
Peninjauan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong percepatan optimalisasi Pelabuhan Baru Kajang sebagai pusat konektivitas maritim, penggerak investasi, sekaligus motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Sulawesi Selatan.

