Rastranews.id, Palu – Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid terus menuai apresiasi dari kalangan akademisi. Gaya memimpin yang adaptif, terbuka, dan menekankan kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Pengamat Politik Universitas Tadulako (UNTAD), Muhammad Khairil, menilai pendekatan kolaboratif yang diterapkan Anwar Hafid mampu membangun sinergi positif antara pemerintah daerah, birokrasi, serta elemen masyarakat. Pola ini dinilai relevan dengan kebutuhan Sulawesi Tengah yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk mempercepat pembangunan.
“Anwar Hafid saya lihat sebagai pemimpin yang mengedepankan kolaborasi. Ini penting untuk membangun kerja sama yang sehat di berbagai sektor,” ujar Khairil, Sabtu (24/1/2026).
Selain dinilai kuat dalam membangun kolaborasi, Anwar Hafid juga dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat. Kehadirannya di tengah warga, baik dalam kegiatan resmi maupun interaksi langsung, dinilai memperkuat citra kepemimpinan yang responsif dan membumi.
Kedekatan tersebut, menurut Khairil, menjadi modal sosial yang penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Dukungan masyarakat yang luas diyakini akan berdampak positif terhadap stabilitas sosial dan kelancaran pelaksanaan program pembangunan.
“Beliau sangat populis, merakyat, dan bisa diterima oleh hampir semua lapisan masyarakat,” katanya.
Meski mengusung pendekatan populis, Anwar Hafid dinilai tetap konsisten menerapkan prinsip teknokrasi dalam tata kelola pemerintahan. Pengambilan kebijakan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan data, efektivitas, dan efisiensi.
Perpaduan antara empati sosial dan pendekatan teknis tersebut disebut menjadi ciri khas kepemimpinan Anwar Hafid. Menurut Khairil, keberpihakan pada rakyat tidak bertentangan dengan pengelolaan pemerintahan yang profesional.
“Beliau mampu menyeimbangkan sisi teknokrat dan sisi populis dalam kepemimpinannya,” jelasnya.
Dari sisi internal pemerintahan, Anwar Hafid juga dinilai berhasil menciptakan hubungan kerja yang solid dengan jajaran birokrasi. Iklim kerja yang kondusif dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya kinerja perangkat daerah dan kualitas pelayanan publik.
“Hubungan beliau dengan birokrasi sejauh ini terlihat harmonis dan berjalan baik,” tambah Khairil.
Lebih jauh, kemampuan Anwar Hafid dalam mengelola beragam kepentingan di internal pemerintahan dinilai cukup matang. Berbagai pandangan dan kepentingan diakomodasi secara proporsional tanpa mengganggu arah kebijakan strategis pemerintah provinsi.
Pendekatan tersebut dinilai mencerminkan karakter kepemimpinan yang inklusif sekaligus menunjukkan kapasitas Anwar Hafid dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas internal dan agenda pembangunan Sulawesi Tengah.
“Beliau berupaya merangkul berbagai kepentingan di internal birokrasi provinsi secara proporsional,” pungkasnya.

