RastraNews.id, Makassar — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan akan mengawal berbagai peluang kerja sama yang lahir dari pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, usai mengikuti rangkaian Business Forum IGS 2026 yang mempertemukan Pemerintah Kota Makassar dengan delegasi dari 28 negara sahabat.
Heru menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar yang dinilai berhasil mempersiapkan dan menyelenggarakan agenda diplomasi internasional tersebut dengan baik.
“Atas nama Kementerian Luar Negeri, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota yang telah mempersiapkan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 dengan sangat baik,” ujarnya.
Menurut Heru, Indonesia Gastrodiplomacy Series merupakan salah satu instrumen diplomasi lunak (soft power diplomacy) yang efektif untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan mitra internasional melalui pendekatan budaya dan kuliner.
Ia menjelaskan bahwa makanan merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai bangsa, budaya, dan latar belakang dalam satu ruang dialog yang lebih cair dan produktif.
“Melalui makanan kita bisa menyatukan berbagai ragam orang dan budaya dalam satu meja, lalu membicarakan banyak hal. Saat ini gastrodiplomasi menjadi jembatan untuk promosi pariwisata, perdagangan, investasi, hingga kuliner,” jelasnya.
Heru juga mengapresiasi keberhasilan Kota Makassar menghadirkan 28 perwakilan negara asing dalam forum tersebut. Menurutnya, kehadiran para diplomat dan delegasi internasional menunjukkan besarnya perhatian dunia terhadap potensi yang dimiliki Makassar dan Sulawesi Selatan.
“Bapak Wali Kota berhasil mengumpulkan 28 perwakilan asing yang hadir pada kegiatan ini. Ini sesuatu yang luar biasa dan menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional,” katanya.
Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa hasil-hasil yang muncul dalam forum tersebut tidak akan berhenti sebagai seremoni semata.
Pihaknya akan melakukan pendampingan dan tindak lanjut melalui komunikasi intensif dengan para perwakilan negara sahabat yang berada di Jakarta maupun melalui jaringan diplomatik Indonesia di luar negeri.
“Kementerian Luar Negeri akan menindaklanjuti dan mengawal hasil dari acara ini melalui komunikasi intensif dengan para perwakilan negara sahabat di Jakarta serta melalui 131 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” ungkap Heru.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan IGS 2026 bukan hanya menjadi kebanggaan Kota Makassar, tetapi juga Sulawesi Selatan dan Indonesia secara keseluruhan.
Karena itu, berbagai peluang kerja sama yang muncul dari forum tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kesuksesan Makassar adalah kesuksesan Sulawesi Selatan dan kesuksesan Indonesia. Kegiatan ini membuka peluang yang luar biasa bagi mitra asing untuk melihat potensi Makassar dan menindaklanjutinya melalui berbagai bentuk kerja sama,” tuturnya.
Menurut Heru, diplomasi tidak hanya berhenti pada proses pertemuan dan perundingan, melainkan harus menghasilkan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Diplomasi tidak berhenti pada perundingan. Yang paling penting adalah output dan manfaatnya bagi masyarakat. Itulah yang akan terus kami kawal,” tegasnya. (*)

