RastraNews.id, Maros – Kejuaraan Daerah (Kejurda) arung jeram yang digelar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Maros di Kecamatan Tompobulu, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi berakhir. Ajang yang berlangsung selama empat hari itu diikuti sejumlah tim dari berbagai daerah.
Ketua FAJI Maros Mustahir mengatakan Kejurda yang berlangsung sejak Kamis (7/5) hingga Minggu (10/5) berjalan lancar dan sukses. Dia mengapresiasi antusiasme peserta selama perlombaan berlangsung.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian lomba berjalan lancar dan sukses. Para peserta juga menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap kategori,” ujar Mustahir.
Dalam Kejurda tersebut, panitia mempertandingkan empat nomor lomba, yakni Sprint, Head to Head (H2H), Slalom, dan Down River Race (DRR). Setiap nomor menguji kemampuan teknik, kecepatan, kekompakan, hingga daya tahan tim di lintasan sungai berarus deras.
Pada ajang ini, Mapala Universitas Muhammadiyah Palopo (UMP) tampil dominan dengan meraih dua medali emas di nomor Sprint dan DRR. Selain itu, tim UMP juga membawa pulang satu medali perak dan satu perunggu dari nomor H2H dan Slalom.
Sementara itu, tim Maros 1 berhasil menjadi juara di nomor Head to Head (H2H) dan meraih medali emas. Tim ini juga menambah satu medali perunggu dari kategori DRR.
Adapun UKI Paulus Makassar meraih medali emas di nomor Slalom dan satu medali perunggu di kategori Sprint. Sedangkan Maros 2 membawa pulang dua medali perak dari nomor Sprint dan DRR serta satu medali perunggu di nomor H2H.
Di sisi lain, tim Makassar berhasil meraih satu medali perak pada kategori Slalom.
Bupati Maros AS Chaidir Syam turut hadir menutup langsung Kejurda tersebut. Dia mengapresiasi pelaksanaan lomba yang dinilai sukses sekaligus berdampak positif bagi pembinaan atlet dan promosi wisata daerah.
“Kejurda ini menjadikan momentum untuk melahirkan atlet-atlet berbakat yang ke depan bisa mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Chaidir juga menilai kegiatan tersebut mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Tompobulu yang memiliki potensi wisata arung jeram.
“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena tidak hanya membina prestasi olahraga, tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.

