Rastranews.id, Barru – Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, meresmikan jembatan gantung di Dusun Pakka, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, pada Rabu (4/3/2026) sore.
Jembatan yang menghubungkan Dusun Mareppan dan Dusun Bojoale yang diberi nama Geniung Pratidina itu, diresmikan setelah personel Batalyon B Satuan Brimob Polda Sulsel bersama Polres Barru, saling bahu membahu mengerjakannya selama kurang lebih 48 hari.
Peresmian jembatan tersebut, dihadiri oleh,Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan, Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Ketua DPRD Barru, Danyon B Pelapor Kompol Ramli dan beberapa pejabat utama Polda Sulsel.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, ini adalah jembatan kedua yang dibangun oleh Brimob Polda Sulsel dan dibantu oleh Polres setempat. Pertama ada di Soppeng dan dibantu oleh Polres Soppeng. Begitu juga di Barru, di bantu oleh Polres Barru.
Dimana maksud pembangunan jembatan ini kata Kapolda adalah paling tidak sudah menindaklanjuti apa yang sudah diintruksikan oleh Presiden RI. Dimana diperintahkan kepada TNI-Polri untuk melihat kesulitan masyarakat dibawah, termasuk membangun jembatan yang kiranya bisa digunakan oleh masyarakat.
“Jembatan yang dibangun hari ini kerjasama Satbrimob Polda Sulsel khususnya Batalyon B dibantu Polres Barru. Jembatan ini merupakan akses sangat penting bagi masyarakat, karena kalau tidak salah ada 300 KK yang bisa melewatinya,” kata Kapolda Sulsel usai meresmikan jembatan tersebut.
Menurut Irjen Pol Djuhandhani, jembatan ini sangat penting untuk menunjang perekonomian, pendidikan dan juga menyangkut masalah distribusi barang-barang. Termasuk Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan lain sebagainya.
“Itulah jembatan ini dikatakan kecil-kecil cabe rawit. Biar kecil yang penting fungsinya sangat luar biasa,” ucap perwira tinggi Polri bintang dua ini.
Adanya pembangunan jembatan tersebut, pimpinan tertinggi Polri lingkup Polda Sulsel ini mengimbau kepada masyarakat Desa Nepo dengan menitipkan agar merawatnya seperti milik sendiri. Sehingga jembatan ini bisa digunakan untuk masyarakat dan bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Kapolda Sulsel juga menyampaikan bahwa jembatan ini bukan terkahir kalinya yang dibangun. Pihaknya akan terus mancari masing-masing kondisi dan semua kapolres sudah diperintahkan untuk mancari jembatan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Terutama di daerah-daerah terpencil atau mungkin susah diakses, atau sekarang sudah ada tapi dalam kondisi yang rusak dan lain sebagainya. Sekarang masing-masing polres sudah saya perintahkan untuk mencari,” bebernya.
Sementara itu, Samsat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Ridwan menyebutkan, pembangunan jembatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 40 hari dengan kondisi yang ada. Pihaknya melakukan semaksimal mungkin sehingga jembatan ini bisa dibangun.
“Alhamdulillah hari ini sudah selesai kita laksanakan pembangunan dan diresmikan oleh bapak Kapolda Sulsel. Selanjutnya kami berharap kepada masyarakat untuk merawat jembatan ini, apabila ada kendala bisa menghubungi kami. Kami akan berusaha maintenance jembatan ini dengan baik,” imbuhnya.
Mantan Kabag Ops Polrestabes Makassar ini menuturkan, jembatan ini merupakan yang kedua dibangun. Pertama jembatan ada di Soppeng dan yang kedua ini di Barru.
“Kemudian ada dua lagi sementara dibangun. Itu ada di wilayah Luwu Utara yang sementara berjalan dan kita lakukan maintenance,” tuturnya.
“Khusus jembatan yang dibangun di sini (Barru), karena di dalam ada sekolah, sehingga jembatan ini salah satu akses dipergunakan untuk menyalurkan MBG ke sekolah tersebut,”tutupnya.(JY)

