Rastranews.id, Makassar — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro memimpin langsung Apel Konsolidasi Tim SAR Batalyon A Pelopor Brimob, Jumat (30/1/2026) kemarin, sebagai bagian dari evaluasi penanganan musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500.

Apel yang digelar di Mako Batalyon A Pelopor Brimob, Jalan Sultan Alauddin Pa’baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kesiapsiagaan Brimob dalam operasi kemanusiaan.

Dalam arahannya, Djuhandhani menegaskan bahwa sejak insiden pesawat terjadi, ia langsung menginstruksikan Dansat Brimob untuk mengerahkan personel SAR guna memperkuat proses pencarian dan evakuasi korban.

“Saat dibutuhkan, Brimob hadir dan siap. Itu adalah wujud nyata tugas kemanusiaan Polri,” ujar Djuhandhani.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada jajaran Batalyon A Pelopor atas respons cepat dan kesiapan personel di lapangan. Menurutnya, operasi SAR bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal dedikasi dan kepedulian terhadap keselamatan sesama.

“Tugas kemarin adalah tugas kemanusiaan. Saya menyampaikan terima kasih secara pribadi atas kerja keras dan pengabdian rekan-rekan semua,” tegasnya.

Namun, di balik apresiasi tersebut, Kapolda menekankan satu prinsip utama yang tidak bisa ditawar: keselamatan personel. Ia meminta seluruh komandan satuan memastikan setiap operasi berjalan dengan perencanaan matang dan mitigasi risiko maksimal.

“Kemanusiaan penting, tapi keselamatan anggota adalah prioritas nomor satu,” ujarnya.

Djuhandhani menilai operasi SAR pesawat ATR 42-500 menjadi bukti bahwa Polri, khususnya Brimob, selalu berada di garis depan saat masyarakat menghadapi situasi krisis. Ia optimistis Brimob Sulsel akan terus menjaga kepercayaan publik melalui kinerja profesional dan responsif.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyinggung arah institusi Polri ke depan. Ia menegaskan bahwa Polri tetap berada dalam garis komando Presiden sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas, keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ke depan, tugas kita masih panjang. Polri harus tetap solid, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” kata Djuhandhani.

Apel konsolidasi ini turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sulsel, di antaranya Dansat Brimob Kombes Pol Muhammad Ridwan, Kabid Propam Kombes Pol Zulham Efendy, Dir Samapta Kombes Pol Brury Soekotjo, Kabid Humas Kombes Pol Didik Supranoto, serta para perwira dan komandan satuan Brimob Polda Sulsel.