Rastranews.id, Sigi – Matahari belum sepenuhnya meninggi ketika halaman SDN Inpres Balumpewa mulai ramai, pada Rabu (4/1) pagi. Anak-anak datang dengan seragam yang sama seperti hari-hari sebelumnya, namun suasananya berbeda. Ada rasa ingin tahu, ada senyum yang disimpan, dan ada harapan kecil yang menunggu untuk disapa.
Sekolah yang berdiri di tepi Jalan Poros Palu–Bangga, Desa Balumpewa, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi itu menjadi tempat singgah kepedulian. Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman hadir membawa bantuan perlengkapan sekolah, seperti buku, tas, dan alat tulis. Hal-hal sederhana yang bagi sebagian anak adalah kunci untuk terus belajar tanpa rasa minder.
Ia datang didampingi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, mewakili Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan resmi, melainkan perjumpaan antara negara dan anak-anak yang sedang menata masa depan dari bangku sekolah dasar.
Bantuan ini berawal dari suara masyarakat yang mengabarkan keterbatasan ekonomi sebagian keluarga siswa. Dalam kondisi seperti itu, sekolah tetap berjalan, meski sering kali dengan perlengkapan yang apa adanya. Anak-anak tetap datang, membawa semangat, meski tidak selalu membawa kelengkapan belajar.
Pagi itu, perhatian terasa nyata. Negara tidak hanya hadir dalam kebijakan, tetapi juga dalam sentuhan langsung. Polda Sulawesi Tengah memandang kegiatan kemanusiaan di bidang pendidikan sebagai bagian dari tugas moral, menjaga agar harapan anak-anak tidak terhenti oleh keadaan.
Turut hadir Kabid Propam Polda Sulteng Kombes Pol Roy Satya Putra dan Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan penuh kehangatan. Guru-guru menyambut dengan haru, masyarakat mengiringi dengan doa sederhana.
Di Balumpewa, pagi itu bukan hanya tentang bantuan. Ia adalah cerita tentang perhatian, tentang anak-anak yang kembali percaya bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan. Dan di antara derap langkah kecil menuju kelas, harapan itu pun berjalan pelan, namun pasti. (*)

