RastraNews.id, Luwu Timur — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Luwu Timur, Awaluddin, memastikan masyarakat desa akan menjadi prioritas dalam perekrutan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Menurut Awaluddin, pelaksanaan sensus oleh Badan Pusat Statistik (BPS) memang diarahkan untuk memberdayakan masyarakat lokal di masing-masing desa.
“Petugas sensus memang diutamakan berasal dari desa tersebut. Terlepas apakah dia perangkat desa atau masyarakat umum, yang penting berasal dari desa setempat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses perekrutan petugas dilakukan langsung oleh BPS dan desa diberi ruang untuk mengusulkan masyarakat maupun perangkat desa yang dianggap mampu terlibat dalam pendataan.
“Tujuannya memang untuk memberdayakan masyarakat desa,” katanya.
Jumlah petugas sensus di tiap desa, lanjut Awaluddin, akan disesuaikan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk. Bahkan ada desa yang mendapatkan dua petugas sensus.
Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi harapan Ketua APDESI Luwu Timur, Suharman, yang sebelumnya mendorong agar aparat desa dan masyarakat lokal dilibatkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 demi menghasilkan data yang lebih efektif dan akurat.
Selain sensus ekonomi, Awaluddin juga menyoroti Program Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik yang menjadi program pembinaan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Tahun ini ada tiga desa di wilayah Kecamatan Malili yang menjadi desa binaan BPS, yakni Desa Pasi-Pasi, Desa Atue, dan Desa Lakawali,” jelasnya.
Ia mengatakan Dinas PMD mendukung penuh program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik.
“Dengan keterlibatan aparatur desa dalam pengelolaan data statistik di bawah pembinaan BPS, diharapkan perencanaan pembangunan desa menjadi lebih akurat, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, menegaskan bahwa data yang akurat merupakan pondasi utama agar kebijakan pembangunan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan saat Pencanangan Program Desa Cantik yang digelar BPS Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan, Malili. (*)

