‎RASTRANEWS.ID, GOWA — Kaderisasi Partai Gerindra mulai diperluas ke kawasan Indonesia Timur dengan Sulawesi Selatan menjadi titik awal. Sebanyak 500 kader muda mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra di kawasan Batu Lapisi, Malino, Kabupaten Gowa.

‎Diklat berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, dan diikuti rekrutan baru dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

‎Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Aras, mengatakan Laskar Gerindra dibentuk untuk memperkuat kerja kepartaian sekaligus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

‎“Laskar Gerindra ini dibentuk untuk menjadi penguat kerja kepartaian dan pengabdian Gerindra kepada masyarakat. Kita persiapkan para laskar menjadi kader yang terorganisir dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas,” ujar Andi Iwan Aras.

‎Menurutnya, para kader juga dibekali nilai-nilai perjuangan partai, kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab organisasi. Setelah mengikuti Diklat, mereka akan diprioritaskan menjalankan tugas kepartaian, terutama memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput.

‎“Penguatan struktur dimulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, bahkan nantinya sampai ke tingkat RT. Tujuan utamanya adalah memperkuat struktur partai,” tegasnya.

‎Penanggung Jawab Diklat Laskar Gerindra sekaligus Ketua Bappilu Gerindra Sulsel, Harmansyah, mengatakan 500 peserta tahap pertama telah resmi dikukuhkan.

‎“Alhamdulillah, kegiatan berlangsung dengan khidmat dan sukses. Sebanyak 500 Laskar Gerindra Sulsel tahap pertama sudah dikukuhkan,” katanya.

‎Sementara itu, Pegiat Sekolah Kader Pusat Hambalang, Moh Pakaja, yang hadir sebagai instruktur, menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari transformasi sistem kaderisasi Partai Gerindra.

‎Menurutnya, pendidikan kader yang selama ini dikenal terpusat di Hambalang kini mulai diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.

‎“Ini menunjukkan transformasi kaderisasi Partai Gerindra. Kalau selama ini diklat kader banyak dikenal terpusat di Hambalang, sekarang sistem kaderisasi mulai dilaksanakan di daerah-daerah,” ujarnya.

‎Moh Pakaja mengatakan Sulawesi Selatan menjadi titik awal kaderisasi Gerindra di kawasan Indonesia Timur. Setelah Sulsel, program tersebut akan dilanjutkan ke sejumlah provinsi lainnya.

‎Ia menilai kegiatan ini tidak hanya membentuk karakter dan kedisiplinan kader, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan politik di internal partai. (*)