RastraNews.id, Barru – Semangat menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mulai terasa di Desa Mattirowalie, Kabupaten Barru. Sejumlah siswa UPT SDN 84 Barru tengah giat berlatih kasidah untuk mengikuti lomba yang akan digelar dalam rangka memeriahkan momentum Maulid Nabi.
Di tengah persiapan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Posko 4 Desa Mattirowalie turut hadir memberikan pendampingan.
Latihan dilakukan secara rutin di balai pertemuan atau masjid setempat. Para mahasiswa KKP mendampingi siswa mengasah kekompakan, teknik vokal, hingga variasi pukulan rebana agar mereka semakin percaya diri saat tampil di ajang lomba kasidah tingkat desa atau kecamatan.
Suasana latihan berlangsung penuh semangat. Sesekali mahasiswa memberikan arahan ketika ketukan rebana belum serempak atau lantunan syair sholawat belum terdengar harmonis.
Selain melatih vokal dan irama, mahasiswa juga membantu para siswa mempersiapkan formasi serta koreografi sederhana untuk menunjang penampilan mereka di atas panggung.

Koordinator Desa (Kordes) KKP Posko 4, Faidil Surya Pratama, mengatakan pendampingan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan dalam perlombaan.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk ikut mengembangkan bakat anak-anak sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.
“Pendampingan ini bukan sekadar persiapan lomba, melainkan juga wadah mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui syiar syair-syair sholawat,” ujar Mahasiswa Agribisnis ini.
Antusiasme para siswa terlihat dalam setiap sesi latihan. Mereka mengikuti arahan mahasiswa dengan penuh semangat, mencoba kembali setiap gerakan dan ketukan hingga tampil lebih kompak.
Bagi mahasiswa KKP Unismuh Makassar, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar di tengah masyarakat. Sementara bagi para siswa, kehadiran mahasiswa memberikan teman sekaligus pendamping baru dalam mempersiapkan penampilan mereka.
Kolaborasi mahasiswa, sekolah, dan masyarakat itu diharapkan tidak hanya menghasilkan penampilan terbaik dalam lomba kasidah, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni Islami dan lantunan sholawat. (*)

