Rastranews.id, Makassar – RS Mata JEC ORBITA Makassar memperkenalkan teknologi Presbyond Laser Blended Vision sebagai inovasi terbaru untuk koreksi presbiopia atau mata tua.
Teknologi tersebut kini tersedia untuk pertama kalinya di kawasan Indonesia Timur dan menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan mata berteknologi tinggi di Makassar.
Direktur RS Mata JEC ORBITA Makassar, Dr. Mirella Afifudin, SpM, M.Kes, mengatakan, kehadiran Presbyond merupakan langkah penting untuk memperluas akses masyarakat Indonesia Timur terhadap layanan koreksi penglihatan modern.
Menurutnya, Makassar sebagai pusat ekonomi Indonesia Timur memiliki jumlah masyarakat usia produktif yang besar dan tetap aktif bekerja serta beraktivitas.
Penurunan kemampuan melihat dekat akibat presbiopia tidak hanya memengaruhi kenyamanan membaca, tetapi juga dapat berdampak pada produktivitas sehari-hari.
“Melalui Presbyond, JEC ORBITA Makassar menghadirkan pilihan koreksi penglihatan yang lebih personal dan relevan bagi pasien presbiopia agar mereka dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih nyaman,” ujarnya saat Launching Presbyond, di RS Mata JEC Orbita, Selasa (9/6/2026).
Dikatakan Mirella, presbiopia merupakan kondisi alami yang umumnya mulai dialami seseorang setelah usia 40 tahun ketika kemampuan lensa mata untuk berakomodasi atau fokus pada objek dekat mulai menurun.
“Kondisi ini menyebabkan aktivitas seperti membaca pesan di telepon genggam, melihat dokumen, hingga bekerja di depan komputer menjadi kurang nyaman tanpa bantuan kacamata baca,” jelasnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC ORBITA Makassar, Dr. Andi Akhmad Faisal, SpM, M.Kes, menjelaskan Presbyond berbeda dengan prosedur LASIK atau SMILE yang umumnya ditujukan untuk mengoreksi mata minus, silinder, maupun plus agar penglihatan jarak jauh menjadi lebih jelas.
“Presbyong dirancang khusus untuk membantu pasien presbiopia dengan memperluas rentang fokus penglihatan sehingga pasien dapat merasa lebih nyaman saat melihat jauh, bekerja di depan layar, maupun membaca dalam jarak dekat,” katanya.
Disebutkan Faisal, teknologi ini menggunakan pendekatan Laser Blended Vision, yakni pengaturan fokus yang berbeda pada kedua mata. Mata dominan diarahkan untuk penglihatan jauh, sedangkan mata non-dominan membantu penglihatan dekat.
“Berbeda dengan metode monovision konvensional. Presbyond dirancang menghasilkan transisi fokus yang lebih halus. Sehingga kedua mata tetap dapat bekerja bersama dengan nyaman dan mempertahankan fungsi penglihatan binokular,” sebutnya.
Meski demikian, tidak semua pasien dapat menjalani prosedur tersebut. Setiap calon pasien harus melalui pemeriksaan menyeluruh untuk menilai kondisi kornea, ketebalan kornea, kualitas permukaan mata, ukuran pupil, dominansi mata, kondisi lensa, hingga kebutuhan visual sehari-hari.
“Pada pasien usia tertentu, kami juga perlu memastikan belum terdapat katarak yang dapat memengaruhi hasil penglihatan. Karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi bagian yang sangat penting sebelum tindakan,” jelas Faisal.(JY)

