RastraNews.id, Makassar — Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, mengungkapkan persoalan air bersih yang masih menjadi salah satu yang utama di dapilnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam pelaksanaan reses di delapan titik untuk menyosialisasikan program pemasangan sambungan air gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Langkah tersebut juga sejalan dengan hasil survei yang menunjukkan masih ada sebagian warga yang belum mengetahui program tersebut, meskipun secara umum masyarakat yang telah menerima manfaat menyatakan puas.

“Alhamdulillah, satu tahun kepemimpinan Pak Wali Kota Makassar, program-programnya sudah berjalan dengan baik. Mungkin ada survei yang menyebut sebagian masyarakat belum tahu, sehingga menjadi tugas PDAM untuk lebih masif melakukan sosialisasi,” ujar Ismail.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi B sekaligus Ketua Harian Partai Golkar Makassar, Ismail mengaku setiap reses selalu menghadirkan pihak PDAM untuk menjelaskan langsung kriteria dan aturan program penyambungan air gratis.

“Dari delapan titik reses saya, semuanya dihadiri PDAM. Mereka menjelaskan syarat utama program ini, yaitu untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Fokus Wilayah Utara

Ismail menegaskan, program tersebut sangat penting bagi wilayah Utara Kota Makassar seperti Rappokalling bagian utara, Tallo, Buloa, Pannampu, dan Ujung Tanah yang masih menghadapi persoalan akses air bersih.

Ia menyebut, keluhan air bersih dan persoalan drainase menjadi aspirasi utama warga di daerah pinggiran kota tersebut.

“Saya memang lebih banyak reses di wilayah pinggiran karena di situlah kebutuhan air bersih masih sangat dirasakan,” katanya.

Komisi B DPRD Makassar, lanjut Ismail, berencana memanggil jajaran direksi PDAM sebelum atau sesudah Lebaran untuk kembali memperkuat sosialisasi sekaligus mengevaluasi efektivitas program.

Ia juga mengapresiasi langkah PDAM yang telah mengoneksikan dua jalur pipa besar, yakni dari Jalan Veteran–Bawakaraeng serta Pongtiku–Urip, guna memperkuat distribusi air ke wilayah Utara Kota.

Sebelumnya, pasokan air di kawasan tersebut sangat bergantung pada sumber Lekopancing yang kerap mengering saat musim kemarau. Penambahan suplai dari sumber lain seperti Bendungan Bili-Bili diharapkan dapat menjaga stabilitas distribusi air ke masyarakat.

“Kita akan lihat efektivitasnya saat musim kemarau nanti. Yang jelas, Komisi B berkomitmen terus mengawal agar akses air bersih bagi warga, khususnya di wilayah Utara, bisa terpenuhi dengan baik,” tutupnya. (mu)