Rastranews.id, Makassar – Sulawesi Selatan (Sulsel) posisi kelima peredaran narkoba di Indonesia.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penindakn dan Intelijen BNNP Sulsel Kombes Pol. Ardiansyah saat rilis akhir tahun, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Selasa 30 Desember 2025.
Menurutnya, sangat mudah narkoba masuk ke Sulawesi Selatan karena akses lautnya sangat mudah dengan banyaknya dermaga-dermaga tradisional yang dipakai nelayan.
“Mereka menggunakan berbagi cara untuk memasukkan narkotikanya, salah satunya melalui jalur-jalur non resmi. Karena kalau melalui jalur resmi mereka khawtir dengan ketatnya pemeriksaan,”ucapnya di kantor BNNP Sulsel, Selasa 30 Desember 2025.
“Yang kami antisipasi adalah jalur non resmi atau jalur-jalur tikus untuk mereka memasukkan barang haramnya. Mulai dari menggunakan perahu kayu, kemudian sampai di Nunukan mereka menggunakan kapal Pelni untuk mengirimkan barangnya, apakah i melalui kurir atau paket pengiriman menuju ke Parepare,”tambahnya.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan waki Kota Parepare untuk dibentuk BNN di sana agar menekan preredaran, masuknya barang itu jalur laut dengan pelabuhan Parepare.
“Itu upaya kami karena mereka kebanyakan mendatangkan barangnya melalui jalur laut. Tidak melalui jalur udara, kerana mereka pikir kalau melalui jalur laut lebih mudah,”bebernya.
Untuk pengungkapan kasus kata dia, ada beberapa yang sudah diungkap termasuk Polda Sulsel dan beberapa Polres terutama Polres Parepare sudah banyak uyang diungkap, dengan barang bukti yang cukup signifikan.
“Bahkan ada 80 Kilo dan ada juga 40 Kilo. Itu membuktikan cukup banyak narkotika masuk ke Sulsel,”bebernya.
Untuk tahun 2025 kata dia sudah ada lebih dari 10 bandar narkoba yang ditangkap. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BNN pusat untuk menyit asetnya.
“Harapannya setelah asetnya di sita mereka tidak lagi melakukan penyalahguna narkoba,”pungkasnya. (MA)

