RastraNews.id, Makassar — Anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, mengungkapkan mayoritas aspirasi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yamg meliput Biringkanaya dan Tamalarea masih didominasi persoalan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan drainase.
Hal itu disampaikan usai pelaksanaan reses yang digelar pada 11–19 Februari 2026 di delapan titik.
Menurutnya, pola aspirasi warga relatif sama dengan reses sebelumnya. Meski demikian, ia mengapresiasi geliat pembangunan infrastruktur pada tahun pertama kepemimpinan MULIA (Appi-Aliyah) yang dinilai cukup masif.
“Usulan warga masih didominasi infrastruktur jalan dan drainase. Alhamdulillah sudah banyak yang dikerjakan,” bebernya saat diwawancarai di kantor sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Senin (23/2/2026).
Namun di lapangan, Ketua DPD PKS Makassar itu menemukan persoalan baru berupa kecemburuan sosial antarwarga. Hal ini terjadi karena dalam satu kawasan perumahan, ada ruas jalan yang diperbaiki sementara lainnya belum tersentuh.
“Objek pajaknya sama, mereka pembayar pajak juga. Tapi ada yang dikerja, ada yang tidak. Ini memicu kecemburuan sosial,” tegasnya.
Ia mengingatkan, penyediaan infrastruktur dasar merupakan kewajiban pemerintah kepada masyarakat.
Soroti Developer yang “Menghilang”
Selain itu, Andi Hadi menyoroti banyaknya keluhan warga perumahan yang terhambat pembangunan karena pengembang belum menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) ke pemerintah.
Bahkan, kata dia, ada pengembang yang sudah tidak jelas keberadaannya sehingga warga menjadi korban.
“Jangan sampai karena developer bermasalah atau hilang, masyarakat yang dirugikan. Pemerintah harus hadir menyelamatkan warga,” tegasnya.
Ia menyebut di beberapa lokasi, sekitar 30 rumah sudah lunas namun belum menerima sertifikat dari pengembang.
Andi Hadi menegaskan, temuan tersebut akan dibawa dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) dan dikonfirmasi ke Dinas PU.
Ia juga meminta Inspektorat turun langsung mengawasi kualitas pekerjaan infrastruktur. “Jangan sampai anggaran besar tapi kualitas jalan cepat rusak. Paving baru beberapa bulan sudah bocor,” katanya.
Menurutnya, pengawasan kualitas sangat penting agar kepercayaan publik terhadap Pemkot Makassar terus meningkat.
“Ini harus jadi bahan evaluasi bersama agar pembangunan benar-benar dirasakan merata oleh masyarakat,” pungkasnya.
Titik Perhatian di Dapil 3
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain, BTN Pabbari Sudiang yang merupakan perumahan lama, namun kondisi jalan belum merata.
Kemudian Perumahan Sudiang Raya yang usulan warga sudah lama, namun realisasi masih parsial dan ada titik rawan genangan.
Lalu, Perumahan Green Sudiang (dekat Asrama Haji). Di sana jalan dan drainase buruk, kawasan langganan banjir karena fasum belum diserahkan developer. (mu)

