Rastranews.id, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Sulsel sepanjang 2025 mencapai 2,84 persen.

Angka ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,26 pada Desember 2024 menjadi 109,28 pada Desember 2025.

Inflasi tahunan tersebut terutama dipicu oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,46 persen, dengan andil inflasi sebesar 1,36 persen.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar berasal dari emas perhiasan, beras, dan cabai rawit,” demikian disampaikan dalam rilis resmi Perkembangan IHK Desember 2025, yang dipublikasikan pada 5 Januari 2026.

Berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan terjadi di Kota Parepare sebesar 3,85 persen, disusul Kabupaten Sidrap 3,41 persen dan Luwu Timur 3,31 persen.

Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Bulukumba sebesar 2,74 persen, diikuti Kota Makassar 2,69 persen dan Kota Palopo 2,32 persen.

Perbedaan tingkat inflasi antardaerah ini dipengaruhi oleh variasi harga komoditas pangan, distribusi barang, serta pola konsumsi masyarakat di masing-masing wilayah.

BPS menegaskan, data inflasi ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga dan menjaga daya beli masyarakat. (MU)