MAROS, RastraNews.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Maros pada 4 Juli 2026 mendatang dipastikan berlangsung jauh lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Tak ada festival budaya, panggung hiburan, atau tamu dari kalangan menteri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros hanya menyiapkan tiga agenda utama: rapat paripurna, zikir dan doa bersama, serta jalan santai.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyebut penyederhanaan perayaan dilakukan sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran.
Padahal, pada peringatan HUT Maros tahun lalu, Pemkab masih mampu menggelar festival budaya berskala besar bertajuk “Gau Maraja Leang-Leang”.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Juli 2025 di Taman Arkeologi Leang-Leang dan Lapangan Pallantikang itu menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi.
Pemkab Maros memilih memangkas skala kegiatan dan membatasi jumlah tamu undangan. Rapat paripurna tidak lagi digelar terbuka di Lapangan Pallantikang, melainkan dipindahkan ke Kantor DPRD Maros. Hanya sekitar 300 undangan yang akan hadir.
Sekretaris DPRD Maros, Kartono, mengatakan undangan dibatasi untuk Gubernur Sulawesi Selatan, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, dan lurah.
“Seperti rapat paripurna biasa, hanya saja dihadiri Pak Gubernur,” kata Kartono.
Pemkab juga tidak mengundang para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan seperti pada sejumlah agenda besar sebelumnya.
Satu-satunya kepala daerah yang dijadwalkan hadir ialah Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

