Rastranews.id, Palu – Dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Sosial (Dinsos) Sulteng menggelar aksi sosial bertajuk Anjangsana Berani Berbagi dengan menyalurkan ratusan paket bantuan kepada lembaga kesejahteraan sosial (LKS) dan kelompok masyarakat rentan.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (15/4/2026) itu menyasar wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, hingga Kabupaten Donggala sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Aksi sosial diawali dengan pelepasan rombongan di Aula Dinsos Sulteng yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Penggerak PKK, hingga Dharma Wanita Persatuan, menandai kuatnya sinergi dalam gerakan sosial tersebut.
Kepala Dinas Sosial Sulteng, Rifki Anata Mustaqim, menegaskan program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Melalui Berani Berbagi, kami ingin menghadirkan manfaat nyata sekaligus memperkuat kepedulian sosial, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup penerima.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke sejumlah titik. Di Kota Palu, bantuan diberikan kepada beberapa LKS, di antaranya LKS Baitul Rahim di Tatura Utara, LKS Annur Hidayah Tadulako di Tondo, LKS Zalzia, serta Panti Putra Muhammadiyah Azzahra di Mamboro.
Di Kabupaten Sigi, bantuan disalurkan ke LKS Nurul Ilahi di Desa Maku dan LKS Berkah Pasigala di Desa Pombewe. Sementara di Kabupaten Donggala, bantuan diberikan kepada LKS Al Aziz di Kabonga Besar, Banawa.
Tak hanya lembaga sosial, bantuan juga menyasar kelompok masyarakat rentan seperti penjaga kantor, manusia gerobak, petugas kebersihan jalan, hingga komunitas pemulung di sejumlah wilayah di Kota Palu.
Secara keseluruhan, sebanyak 314 paket bantuan berhasil disalurkan melalui kolaborasi berbagai OPD, termasuk Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta dukungan PKK dan Dharma Wanita.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Sulteng yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin momentum hari jadi daerah ini benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan,” pungkas Rifki Anata Mustaqim.

