RastraNews.id, Selayar – Harapan di tengah operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa kembali muncul. Lima penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah berjam-jam terapung di perairan Laut Flores, tepatnya di antara Perairan Flores dan Selat Makassar.
Kelima korban ditemukan oleh kapal nelayan yang tengah memeriksa rumpon atau alat penangkapan ikan di tengah laut. Saat ditemukan, seluruh korban sudah dalam kondisi sangat lemas setelah bertahan hidup menggunakan pelampung.
Di antara korban selamat terdapat seorang anak perempuan berusia sekitar empat tahun, dua perempuan dewasa, dan dua laki-laki.
Mereka berhasil bertahan hidup dengan berpegangan pada alat pelampung hingga akhirnya terlihat oleh kapal nelayan yang sedang beraktivitas di lokasi.
Ditemukan Saat Nelayan Cek Rumpon
Lima korban tersebut ditemukan oleh kapal milik Achmad, seorang nelayan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bulukumba.
Saat itu, kapal yang dipimpinnya sedang menuju lokasi rumpon untuk melakukan pengecekan alat tangkap ikan.
Di tengah perjalanan, awak kapal melihat sejumlah orang mengapung di lautan.
“Kami sedang menuju rumpon untuk mengecek alat penangkapan ikan. Saat berada di tengah laut, kami melihat ada beberapa orang terapung menggunakan pelampung. Kondisi mereka sudah sangat lemas, termasuk ada seorang anak perempuan kecil yang diperkirakan berusia sekitar empat tahun,” ungkap Achmad.
Tanpa menunggu lama, seluruh korban segera dievakuasi ke atas kapal untuk mendapatkan pertolongan.
Operasi SAR Libatkan Tiga Posko
Sementara itu, Basarnas Makassar menyatakan operasi pencarian korban KM Nurul Salsa masih terus dilakukan secara maksimal.
Untuk mempercepat koordinasi sekaligus memudahkan penyampaian informasi kepada keluarga korban, Basarnas membentuk tiga posko utama, yakni Posko Makassar, Posko Selayar, dan Posko Jampea.
Ketiga posko tersebut menjadi pusat koordinasi operasi pencarian serta penyampaian perkembangan terbaru kepada keluarga para korban.
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (18/7/2026), dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara 25 korban lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan terus menyisir perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga nelayan setempat.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan sampai seluruh korban berhasil ditemukan.
Berawal dari Kerusakan Mesin di Tengah Laut
Sebelumnya, KM Nurul Salsa yang mengangkut puluhan penumpang berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Dalam pelayaran menuju Selayar, kapal mengalami kerusakan mesin sekitar 43 mil laut dari pelabuhan tujuan.
Gangguan tersebut membuat kapal kehilangan tenaga dan terombang-ambing di tengah gelombang sebelum akhirnya tenggelam di wilayah sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Peristiwa itu memicu operasi pencarian besar-besaran yang hingga kini masih berlangsung, dengan harapan seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi dalam keadaan selamat.

