RastraNews.id, Makassar — Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengungkap kronologi aksi percobaan pencurian disertai pembakaran menggunakan bom molotov di sebuah Toko Logam Mulia di Jalan Somba Opu, Makassar, Kamis (11/2/2026) sekira pukul 13.30 Wita.

Arya menjelaskan, pelaku berinisial S datang ke toko emas dengan modus berpura-pura ingin membeli emas. Pelaku kemudian dilayani oleh pegawai dan sejumlah perhiasan emas dikumpulkan dalam satu wadah untuk diperlihatkan.

“Awalnya pelaku datang dengan tujuan ingin membeli emas. Emas sudah dikumpulkan dalam satu wadah dan sempat difoto dengan alasan ingin dikirim ke suaminya,” ujar Arya saat diwawancarai.

Namun, lanjutnya, pihak pemilik toko sempat mencegah tindakan tersebut. Saat situasi berlangsung, pelaku yang ternyata telah menyiapkan rencana jahatnya langsung melancarkan aksinya.

Menurut Arya, pelaku sebelumnya telah membawa botol air mineral yang diisi bahan bakar minyak dari rumahnya. Botol tersebut kemudian dibakar di dalam toko saat emas sudah terkumpul.

“Jadi bukan pelemparan dari luar. Pelaku memang sudah membawa botol berisi minyak dan korek api. Saat emas terkumpul, botol itu dibakar di tempat sehingga menimbulkan kepanikan,” jelasnya.

Kebakaran kecil yang muncul membuat situasi di dalam toko dan sekitar lokasi menjadi panik. Dalam kondisi tersebut, pelaku berusaha membawa kabur emas yang ada.

Namun aksinya cepat diketahui warga dan aparat sehingga pelaku berhasil diamankan di lokasi kejadian.

“Pelaku sudah kami tangkap dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Arya.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diketahui seorang perempuan yang telah berusia lanjut. Ia mengaku melakukan aksi tersebut karena terhimpit masalah ekonomi.

Terkait identitas, Arya menyebut pelaku bukan warga asli Makassar. Berdasarkan KTP, pelaku tercatat sebagai warga Kabupaten Gowa, namun saat ini tinggal di Bantaeng. Polisi memastikan pelaku beraksi seorang diri tanpa keterlibatan pihak lain.

“Sejauh ini pelaku sendiri, tidak ada teman ataupun kelompok,” ungkapnya.

Adapun barang bukti emas yang sempat dikuasai pelaku diperkirakan bernilai hampir Rp2 miliar, berdasarkan keterangan dari pihak toko. Polisi juga mengamankan botol berisi bahan bakar dan korek api yang digunakan dalam aksi tersebut.

“Kita masih mendalami motif dan seluruh rangkaian kejadian,” tutup Arya. (mu)