RastraNews.id, Gowa — Momentum peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan Pemkab Gowa untuk menyoroti realitas yang dihadapi perempuan, khususnya dalam kepemimpinan. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengungkapkan bahwa menjadi perempuan sekaligus pemimpin bukanlah hal mudah, karena kerap dihadapkan pada berbagai tekanan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Gowa yang dirangkaikan dengan kegiatan “Dialog Bersama Perempuan Inspiratif” di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (24/4).
“Semangat Kartini harus dihidupkan dalam tindakan nyata, khususnya dalam mendorong perempuan agar lebih berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan. Hari ini, kita tidak sekadar memperingati tanggal lahir seorang tokoh besar bangsa. Kita sedang menyalakan kembali api perjuangan, api keberanian, api keteguhan, dan api harapan,” ungkapnya.
Bupati Talenrang mengakui, perjalanan sebagai pemimpin perempuan diwarnai berbagai tantangan, baik yang terlihat maupun tidak. Ia menyebut opini, prasangka, hingga tudingan yang tidak berdasar menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi.
“Saya berdiri di sini bukan tanpa ujian, saya merasakan bagaimana kerasnya badai dan tajamnya penilaian. Namun kita tidak boleh kalah oleh isu, tidak boleh runtuh oleh fitnah, dan tidak boleh berhenti hanya karena tekanan,” lanjutnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perempuan harus memiliki keteguhan dan keberanian untuk terus melangkah, meskipun berada dalam situasi yang tidak mudah.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, perempuan didorong untuk tidak ragu mengambil peran, berpikir kritis, dan berkontribusi dalam berbagai bidang.
“Dari keterbatasan itu tumbuh keberanian untuk berkata, perempuan harus bangkit, perempuan harus berpikir, dan perempuan harus memimpin,” tambahnya.
Selain itu, Bupati Talenrang mengingatkan pentingnya menjaga fokus pada kerja nyata dan kepentingan masyarakat, serta tidak terjebak pada hal-hal yang dapat melemahkan energi.
“Pemerintahan membutuhkan kerja nyata, dan fokus pada kepentingan rakyat. Mari kita buktikan bahwa perempuan bisa memimpin dengan integritas, bertahan dalam tekanan, dan membawa perubahan nyata,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Bangkit dari Keterpurukan untuk Ketahanan Keluarga”.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang dialog bagi perempuan dalam menyampaikan aspirasi serta memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai daerah ramah perempuan dan anak.
“Kita ingin menguatkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari pimpinan SKPD perempuan, perwakilan Dharma Wanita Persatuan, organisasi perempuan, serta pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan. (*)

