Rastranews.id, Palu — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan kegiatan Buka Puasa Nambaso yang akan digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu, pada 6 Maret 2026.

Rapat persiapan kegiatan tersebut dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Reny Lamadjido serta Sekretaris Daerah Provinsi Novalina.

Kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai agenda buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pemberdayaan UMKM, sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Gubernur Anwar Hafid menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan penyuluhan bahaya narkoba yang melibatkan jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Sekitar 5.000 siswa SMK dari 57 sekolah direncanakan hadir mengikuti kegiatan edukatif tersebut. Selain itu, kurang lebih 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga akan dilibatkan bersama masyarakat umum.

“Ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga edukasi dan pembinaan bagi generasi muda agar terhindar dari narkoba,” ujar Anwar Hafid.

Pelaksanaan Buka Puasa Nambaso juga akan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sulteng turut memberdayakan pelaku UMKM di Kota Palu. Gerobak UMKM akan ditata sepanjang Jalan Sam Ratulangi yang rencananya ditutup sementara selama kegiatan berlangsung.

Setiap pelaku UMKM diwajibkan menyiapkan minimal 100 porsi makanan sehingga ribuan masyarakat dapat menikmati hidangan berbuka puasa secara gratis.

“Masyarakat bebas memilih menu yang disukai. Ini juga bentuk keberpihakan kita pada UMKM lokal,” kata Anwar.

Buka Puasa Nambaso dirancang sebagai kegiatan inklusif yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Untuk pembatal puasa, panitia menyiapkan air minum dan kurma, sementara makanan utama disediakan oleh UMKM serta para donatur.

Anwar Hafid juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, perbankan, dunia usaha hingga masyarakat.

“Bersedekah di tengah keterbatasan justru pahalanya lebih besar. Ini bukan soal besar kecilnya, tetapi soal keikhlasan,” ujarnya.

Salat Magrib berjamaah akan dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur dengan pengaturan khusus, termasuk penyediaan terpal, tempat wudhu, serta dukungan armada pemadam kebakaran dan mobil tangki air untuk memastikan kenyamanan jamaah.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dikoordinasikan langsung oleh Wakil Gubernur Reny Lamadjido sebagai ketua panitia, dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulawesi Tengah.