Rastranews.id, Gowa — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus ngebut memperkuat kemandirian pangan dan produktivitas pertanian.

Hal itu diwujudkan melalui peluncuran sekaligus penyaluran Program Mandiri Benih Padi Tahun Anggaran 2025, yang menyasar 878 kelompok tani di 18 kecamatan.

Penyaluran benih unggul ini dipimpin langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, bersama Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Muh Ramli Siddik, para wakil ketua dan anggota DPRD, serta Sekretaris Daerah Gowa, Andy Azis, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Senin (24/11).

Bupati Talenrang menegaskan bahwa pertanian adalah tulang punggung ekonomi daerah.

Dengan potensi lahan dan ketersediaan air yang memadai, bantuan benih unggul ini menjadi langkah strategis menjaga keberlanjutan produksi pangan.

“Tanpa petani tidak ada pangan, dan tanpa pangan tidak ada ketahanan bangsa. Bantuan ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Program Mandiri Benih menyalurkan benih padi unggul bersertifikat sebagai bagian dari 9 Program Unggulan ‘Gowa Salapang Hati Damai’, yang mengutamakan peningkatan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa sektor pertanian menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Gowa, yang pada Triwulan II 2025 tumbuh 7,68 persen, salah satu yang tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Fajaruddin, menjelaskan bahwa program ini didukung APBD Provinsi Sulsel dan diproyeksikan untuk membangun ekosistem perbenihan mandiri di tingkat daerah.

“Program ini tersebar di 18 kecamatan dengan potensi luas tanam 11.000 hektare atau setara kebutuhan benih 275 ton. Total ada 878 kelompok tani yang terlibat sebagai pelaksana,” katanya.

Varietas yang disalurkan meliputi Mekongga, Inpari 32, Inpari 9, Inpari 47, dan Nutrizinc. Pada tahap awal, benih yang dibagikan mencapai 244,625 ton, dengan sisanya akan disalurkan secara bertahap.

Ia memastikan bahwa seluruh benih mendapat pendampingan teknis dari penyuluh pertanian serta pengawasan mutu dari UPT BSMBTPH Provinsi Sulsel agar memenuhi standar sertifikasi.

Salah satu petani penerima manfaat dari Kecamatan Parigi, Hamzah, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Gowa. Semoga benih ini semakin meningkatkan dan mempermudah produksi pertanian kami,” ujarnya.

Program Mandiri Benih 2025 diharapkan dapat menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas pertanian Gowa dan mempercepat terwujudnya kemandirian pangan daerah. (MU)